PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Ucapan yang diduga rasis oleh Edy Mulyadi, mulai menuai kecaman penghuni Pulau Kalimantan. Kali ini datang dari Koalisi Masyarakat Adat, Ormas Dayak dan Ormas Kebangsaan Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menentukan sikap.
Bahkan rencananya, mereka akan menggelar aksi damai di Tugu Soekarno, Jl S Parman, Kota Palangka Raya, Senin (24/1), sebelum menyampaikan aspirasi ke Kapolda Kalteng.
Untuk aksi damai tersebut, sebagaimana surat pemberitahuan Koalisi Masyarakat Adat, Ormas Dayak dan Ormas Kebangsaan Kalteng ke Poresta Palangka Raya, ditandatangani Ketua Ormas Sahawung Kalteng, Ducun H Umar.
Isi dalam surat pemberitahuan ini, sebagaimana diterima redaksi banuapost.co.id, Ahad (23/1) sore, Koalisi Masyarakat Adat, Ormas Dayak dan Ormas Kebangsaan Kalteng secara tegas tersinggung dengan ucapan Edy Mulyadi Cs yang viral melalui media sosial link https://www.instagram.co/p/CZDiKxvjxyO/?utm_medium=share_sheet dalam video berdurasi 57 detik.
Edy Mulyadi dinilai menyampaikan perkataan penghinaan terhadap suku dan budaya Dayak Kalimantan terkait dijadikannya Kaltim sebagai Ibu Kota Negara (IKN). (yb/ilust: ist)