NUSA DUA, banuapost.co.id– Jelang perhelatan parlemen Dunia ke-144 di Bali, 20-24 Maret mendatang, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta dukungan masyarakat agar dapat berjalan dengan lancar.
“Keberhasilan DPR dalam menyelenggarakan event besar ini, juga akan mengangkat nama Indonesia di kancah internasional,” ucap Puan di sela meninjau lokasi penyelenggaraan di Nusa Dua, Bali, Senin (21/2).
Di sela-sela kunjungan ke Bali Convention Center dan Hotel Westin ini, Puan juga menggelar rapat koordinasi dengan Wakil Ketua DPR bidang Korpolkam, Lodewijk Freidrich, beberapa anggota DPR dari BKSAP, seperti Gilang Dhiela Fararez dan Evita Nursanty serta Sekjen DPR, Indra Iskandar.
Dalam rapat itu, Puan menekankan pentingnya fasilitas pendukung bagi seluruh peserta yang hadir, termasuk awak media.
“Koneksi internet harus kita pastikan tidak terkendala dan fasilitas pendukung lain harus mampu menunjang dan memudahkan semua pihak.” ujar Puan.
Untuk mendukung pelaksanaan IPU ke-144, DPR RI berkoordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga, seperti Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kesehatan, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)/ Satgas Covid Nasional.
DPR RI menyiapkan protokol kesehatan yang ketat dalam pelaksanaan IPU ke-144. Untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19, DPR pun menerapkan sistem bubble atau sistem gelembung untuk seluruh delegasi dan panitia selama kegiatan berlangsung.
Sistem bubble adalah sistem koridor perjalanan yang bertujuan membatasi interaksi hanya dengan individu dalam gelembung tersebut. Puan pun menegaskan sistem itu harus dilakukan dengan pengawasan ketat.
Puan menjadikan pengalamannya menghadiri konferensi serupa beberapa waktu lalu sebagai pelajaran berharga agar Indonesia bisa menghadirkan pengalaman yang lebih baik lagi. Ia menyampaikan arahan teknis secara terperinci, mulai dari pengaturan transportasi, protokol kesehatan, penyediaan ruangan, fasilitas pendukung hingga pengaturan keamanan.
Forum parlemen dunia ini akan dihadiri lebih dari 1.200 delegasi, terdiri dari para ketua, anggota dan pejabat sekretariat parlemen negara anggota IPU. Selain itu akan hadir pula pimpinan organisasi internasional, para ahli dan praktisi sebagai narasumber sesi, media dan stakeholder lainnya.
IPU ke-144 mengambil tema ‘Getting to Zero: Mobilizing Parliament to Act on Climate Change’. Isu perubahan iklim diambil sebagai tema besar yang akan dibahas, karena menyangkut kelangsungan hidup dan keselamatan dunia. (b2n/foto: ist)