BEKASI, banuapost.co.id– Usai penyetopan sementara penjualan obat hingga resep sirup pada anak, kasus gagal ginjal akut yang dilaporkan menurun signifikan.
Menurut Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, catatan kasus menurun di bawah 10 pasien per hari.
“Kita melihat penurunannya sangat-sangat drastis, yang tadinya sehari bisa 20- bisa 30, kemarin beberapa hari sempat kosong (laporannya),” kata Menkes Budi saat ditemui di kawasan Cakung, Bekasi Timur, Rabu (26/10), sebagaimana dilansir dari detik.com, Rabu (26/10),
Kabar baik lainnya, sambung menkes, perbaikan pasien gagal ginjal akut berkat fomepizole terus dilaporkan. Sejumlah pasien yang sudah menerima perawatan obat penawar etilen glikol tersebut, membaik, hingga stabil.
“Kita lihat, setelah kita berhentiin (obat sirup), (dilaporkannya) dua kasus, yang biasa tiga hari kita temu 2 kasus, yang tadinya 30-40, sekarang turun drastis,” jelas menkes.
Meski demikian, lanjut menkes, sejauh ini pelaporan data kasus gagal ginjal akut masih relatif terlambat. Pasalnya, dari laporan terakhir, angka kematian masih berada di 57 persen.
“Kemarin saya datang ke Singapura saya minta lagi dikasih 10 vial, Australia kan sudah dikasih 16 vial sekarang kita lagi finalisasi untuk beli dari Amerika dan Jepang,” kata menkes. (yb/foto: dok)