PELAIHARI, banuapost.co.id– Belasan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bingkulu 2 Kecamatan Tambang Ulang, Kabupaten Tanah Laut, Senin (14/11) pagi mengalami keracunan, diduga akibat jajanan yang dijual di sekitar sekolah.
Siswa keracunan tersebut terjadi beberapa saat setelah apel pagi. Diawali dengan M Nasirm siswa kelas 1, yang mengalami muntah, siswa tersebut langsung dibawa ke ruangan sekolah, beberapa saat kemudian ada dua lagi siswa yang mengaku mual dan pusing.
Pihak pengajar pun kemudian dibuat panik dengan adanya siswa yang muntah di dalam kelas dan jumlahnya mencapai 14 orang.
Melihat banyaknya siswa yang diduga keracunan itu pihak sekolah kemudian dibantu anggota Polsek Tambang Ulang dan Babinsa, membawa siswa ke Puskesmas setampat untuk mendapatkan pertolongan.
Berdasarkan data yang diberikan pihak SDN Bingkulu 2 dari 14 siswa yang keracunan delapan orang dari kelas 5, dua orang kelas 6, dua orang kelas 4, kelas 1 dan kelas 3 masing-masing satu orang.
Ratna Dewi, Kepala Sekolah SDN Bingkulu 2 mengatakan, pada awalnya seorang siswa kelas 1 mengalami muntah saat apel pagi berlangsung. Disusul dua anak lainnya, namun saat berada di dalam kelas, jumlah siswa yang mengalami gejala serupa makin banyak.
“Begitu jumlah siswa yang mengalami muntah semakin banyak, kami segera menghubungi petugas Polsek dan Puskesmas,” kata Ratna Dewi.
Ratna Dewi mengaku tidak tahu persis jajanan apa yang membuat siswa keracunan tersebut, mengingat sebagian pedagang yang berjualan di dekat sekolah sudah lama ada.
“Mengenai penyebab pasti anak didik kami keracunan, kami belum tahu, sample seluruh jajanan sudah diambil petugas dari Dinas Kesehatan dan Polisi,” kata Ratna Dewi.
Sementara, Kepala Puskesmas Tambang Ulang, dr Aulia Rahman. membenarkan telaj menangani 14 pelajar yang diduga keracunan.
Menurutnya, 14 siswa yang sempat ditangani di puskesmas mengeluhkan rasa mual dan kepala pusing.
“Kemungkinan berasal dari jajanan yang dibeli siswa di lingkungan sekolah. Namun penyebab pastinya masih menunggu hasil uji sample jajanan tersebut,” kata Kepala Puskesmas saat dikonfirmasi, Senin (14/11) siang.
Kepala Puskesmas mengatakan, siswa berdatangan ke puskesmas sekitar pukul 09:00 Wita, setelah menjalani observasi selama dua jam, siswa berangsur pulih dan langsung diperbolehkan pulang.
“Meski diperbolehkan pulang, kami tetap meminta kepada siswa kalau ada keluhan segera melapor,” kata dr Aulia Rahman. (zkl/foto: ist)