PELAIHARI, banuapost.co.id– Sebuah kapal nelayan dengan ABK 9 orang, tenggelam di perairan laut Kecamatan Kintap, Kabupaten Tanah Laut. 8 selamat, 1 orang meninggal. Kapal tenggelam akibat terjangan angin puting beliung.
Kapal dengan bobot 11 gross ton dihantam angin puting beliung, Rabu (23/11) malam pada pukul 20:00 Wita. kira-kira 5 mil dari Desa Muara Kintap atau sekitar 1 jam perjalanan. Kapal nelayan Desa Kuala Tambangan itu rencananya ingin berteduh ke Muara Kintap.
Pertolongan kepada 8 ABK yang selamat ini berawal dari penemuan Murni ABK yang dinyatakan meninggal, Murni ditemukan sebuah kapal nelayan Kuala Tambangan dalam posisi tertelungkup tidak jauh dari jerigen yang dipegangnya.
Sadar jasad nelayan yang ditemukannya merupakan ABK KM Lembayung, ABK kapal penyel;amat pun langsung melakukan pencarian. Setelah hampir dua jam, 8 ABK akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kapal nelayan yang memberikan pertolongan segera membawa ABK yang selamat dan meninggal ke Desa Muara Kintap,. Jasad kemudian dievakuasi ke rumah duka diikuti ABK yang selamat.
Murni( 50), menurut ABK lainnya, sebenarnya merupakan orang pertama yang meminta ABK untuk keluar dari dalam kapal, karena saat itu posisi kapal mulai miring dan kemasukan air.
Syaipulah, salah seorang ABK yang selamat, mengatakan mereka sudah sekitar 8 hari ke laut untuk mencari ikan. Biasanya setiap hari bolak-balik masuk ke Muara Kintap untuk menjual hasil tangkapan atau berteduh kalau ada badai.
“Rabu siang kami kembali melaut. Namun menjelang sore, tiba-tiba awan hitam terlihat sehingga diputuskan untuk mengangkat jaring dan kembali masuk ke Muara Kintap,” kata Syaipulah saat dikonfirmasi di rumahnya di kawasan RT 15 Desa Kuala Tambangan, Kamis (24/11).
Menurut Syaipulah, saat kapal mulai bergeser menuju Muara Kintap angin mulai bertiup kencang. Dementara ketinggian gelombang sekitar 1,5 sampai dua meter. Namun secara tiba-tiba kapal seperti terkena pusaran angin.
“Seluruh ABK saat itu berada di dalam kapal, karena hujan dan angin, namun kapal masih dapat berjalan, sampai akhirnya suara bergemuruh terdengar dan membuat kapal bergoyang,” kata ayah dua anak itu.
Saat berada di luar dan posisi kapal mulai miring. menurut Syaipul, mereka berupaya melepas boks ikan yang ada di atas atap kapal. Upaya berhasil dan bersama tujuh ABK lainnya hanyut terbawa arus menjauh dari pantai, sampai ditemukan kapal nelayan lainnya.
Korban selamat musibah KM Lembayung, Badarudin, Mardani, Hamsan, Ibrahim, Husaini, Yabani dan Syaipulah.
Sementara itu, jasad Murni, dikebumikan pada Kamis (24/11) pagi setelah disemayamkan di rumah duka di RT 2. Jasad dibawa kepemakaman di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan. (zkl/foto: ist)