PELAIHARI, banuapost.co.id– Teka teki motif pembunuhan seorang suami terhadap istrinya di Kabupaten Tanah Laut, mulai terungkap, dugaannya, akibat kesal diomeli saat makan malam.
Peristiwa yang melibatkan Mustajib, seorang buruh panen kelapa sawit, warga RT 12 Dusun IV, Desa Pemuda, Kecamatan Pelaihari, terjadi beberapa saat setelah Umat Islam menunaikan Sholat Maghrib, Senin (1/5 atau sekitar pukul 20:15 Wita.
Peia berusia 44 tahun itu melukai isterinya sampai tewas di dapur mess perkebunan sawit dengan menggunakan egrek (alat penggerek kelapa sawit). Pelaku bersama istrinya baru sekitar 2 bulan tinggal di mess tersebut.
Usai melukai Rahmawati dari bagian leher sampai bagian perut, Mustajib tidak melarikan diri, ia terlihat oleh saksi mata tetap berada disamping jasad istrinya yang diduga meninggal beberapa saat setelah penganiayaan terjadi.
Hal ini dibenarkan Komandan Pleton Satpam perusahaan kelapa sawit, Wisnu Istiharto, yang ketika tiba di lokasi kejadian mendapatkan pelaku Mustajib berada di samping istrinya dengan memegang egrek.
“Bagitu kami mendapatkan laporan adanya peristiwa ini, saya bersama beberapa anggota satpam langsung ke tempat kejadian,” kata Wisnu saat dimintai keterangannya. Senin (1/5) usai Polisi mengevakuasi jasad korban.
Menurut Wisnu, saat tiba di lokasi kejadian mereka melihat pelaku mendekap istrinya dengan egrek masih dipegang.
“Melihat kondisi tidak memungkinkan untuk masuk rumah, saya bersama teman-teman satpam lainnya berjaga-jaga di sekeliling rumah,” kata Wisnu lagi.
Kasus ini sudah ditangani jajaran Polres Tala dan masih menjalani pemeriksaan. Sedang jasad korban atas permintaan keluarga dipulangkan ke kampung halamannya di Lumajang, Jawa Timur, Selasa (2/5) pagi. (zkl/foto: ist)