BANJARMASIN, banuapost.co.id – Pemko Banjarmasin melalui Dinas Budaya, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) bekerjasama dengan Dekranasda setempat gelar Pelatihan Story Telling Multi Bahsa dalam meningkatkan nilai produk pelaku usaha kepariwisataan dan ekonomi kreatif (ekraf).
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, Sabtu (16/9). Turut hadir, Ketua Dekranasda, Siti Wasilah sekaligus menjadi Narasumber, Plt Kepala Disbudporapar, Madyan, serta jajaran terkait.
“Selamat mengikuti kegiatan story telling, pelatihannya ini dalam rangka meningkatkan kualitas produk,” ucapnya.
Ibnu mengatakan, produk yang sudah bagus, pada kegiatan itu perlu diceritakan dengan secara tertulis Bahasa Indonesia, Bahasa Banjar dan juga bisa memakai Bahasa Inggris, agar kemudian nilai produk yang sudah di kelola pengrajin bisa dikenal lebih jauh.
“Apalagi kalau bisa bercerita sasirangan itu apa, ini penting untuk diceritakan karena tidak semua bisa tau produk-produk yang kita produksi,” ujarnya.
Maka dari itu, dalam kegiatan tersebut para pelaku usaha dilatih dalam berbagai produk seperti sasirangan, kuliner serta produk lainnya.
“Dan ini adalah warisan budaya Indonesia yang turun temurun. Nah itu kan jadinya beda gitu, makanya dilatih mereka ini untuk membikin story telling sendiri,” jelasnya.
“Harapannya, otomatis karena orang akan menghargai produknya. Boleh kalau diceritakan secara tradisional, kemudian dilakukan dengan buatan tangan, pasti orang akan menghargai ramah lingkungan dan seperti itu pasti akan naik harganya,” tadndas Ibnu.
Sementara itu, Plt Kepala Disbudporapar menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan itu memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar tentang story telling kepada pelaku usaha yang bergerak di Bidang Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif.
Madyan melanjutkan, dengan mempunyai ilmu tentang bagaimana cara menyampaikan produk mereka secara menarik, diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk dan meningkatkan perekonomian pelaku usaha di Kota Banjarmasin.
“Pelatihan ini diikuti sebanyak 50 pelaku usaha yang terdiri dari binaan Disbudporapar, Diskopumker serta Dekranasda Kota Banjarmasin,” tutup Madyan. (ril/foto: ist)