PELAIHARI, Banuapost.co.id– Puluhan jenis anggrek dari berbagai daerah di Indonesia ditampilkan di ajang National Borneo Orchid Show (NBOS) 2024 atau Tanah Laut Orchid Progress ke-15 yang berlangsung di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kijang Mas Permai, Minggu (8/12).
Penjabat (Pj) Bupati Tala, H Syamsir Rahman yang membuka dan menutup pameran anggrek dalam rangka memperingatai Hari jadi ke-59 Tanah Laut, berharap ajang ini tidak saja digelar di Kota Pelaihari, tetapi juga digelar di daerah lain, seperti di mall.
“Tiba-tiba dibenak saya terbesit pertanyaan, kenapa acara ini hanya dilaksanakan di sini (Pelaihari) ? kenapa tidak diadakan di tempat-tempat strategis, seperti mall misalnya,” ungkap Pj Bupati dengan nada bertanya.
Menurut Pj Bupati. kita dapat menjalin kerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pariwisata Provinsi agar Tala lebih terkenal lagi.
Apa yang diinginkan Pj Bupati itu bukan tanpa alasan, karena Tala memiliki spisies anggrek yang terkenal, yakni anggrek bulan Pelaihari atau Phalaenopsis Amabilis Pelaihari, jenis anggrek yang sudah sulit didapatkan di hutan Tala.
“Lima belas tahun bukan waktu yang pendek. Acara ini bukan hanya sekadar pameran bunga anggrek, tetapi juga momentum untuk merayakan keindahan, keragaman dan potensi flora khas Tala, serta turut memeriahkan Hari Jadi ke-59 Kabupaten Tala,” ujar Syamsir.
Selain itu, dirinya juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antar instansi dan masyarakat untuk menjadikan Tala sebagai pusat keunggulan anggrek di Kalimantan.
“Lomba Landscape Anggrek antar-SKPD bukan hanya kompetisi estetika, tetapi juga mencerminkan semangat kolaborasi dalam mempromosikan pelestarian lingkungan. Saya yakin, melalui ajang ini kita bisa melahirkan generasi muda yang menjadi duta anggrek Tanah Laut hingga tingkat nasional, bahkan internasional,” katanya.
Dirinya menyoroti semakin sulitnya menemukan anggrek akibat pembukaan lahan dan hilangnya pohon-pohon sebagai habitatnya.
“Anggrek adalah ikon kebanggaan daerah kita. Melalui acara ini, kita diingatkan akan pentingnya menjaga ekosistem alami tempat anggrek tumbuh, sekaligus menggali potensi ekonomi kreatif berbasis anggrek,” jelasnya.
Ia pun menutup sambutannya dengan harapan, festival ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkungan dan menjadi langkah awal dalam menjadikan Tanah Laut sebagai pusat keunggulan anggrek di tingkat nasional.
Sementara, ketua panitia pelaksana, Hj Rizki Yulia Syamsir Rahman, melaporkan, festival ini telah berlangsung sejak 4 sampai 8 Desember 2024, dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat ada sekitar 131 tanaman hias yang ditampilkan di NBOS 2024, sekitar 60 di antaranya jenis anggrek.
“Ada lomba Landscape Anggrek yang diikuti 40 peserta lokal serta 3 peserta dari luar daerah, yakni Balangan, Kediri, dan Yayasan Lestari Anggrek Nusantara (LAN) Banjarmasin. Juga ada lomba Putri Anggrek, lomba Pot Plan, serta stand bursa anggrek dari dalam maupun luar daerah,” ungkap Rizki.
Panitia juga menyiapkan hadiah menarik berupa total uang tunai senilai Rp114 juta, trofi, dan piagam penghargaan untuk para pemenang. (zkl/foto: zul)