PELAIHARI, Banuapost.co,id- Bupati Tanah Laut (Tala), H Rahmat Trianto, mengatakan, masalah stunting bukan sekadar isu kesehatan, tetapi persoalan pembangunan manusia. Stunting menyangkut masa depan generasi penerus yang harus ditangani serius.
Hal ini disampaikan Bupati Tala dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Daerah Tala, Ismail Fahmi, saat membuka Rapat Deiseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Semester II Tahun 2025 di salah satu resto, Rabu (15/10/2025).
“Stunting menyangkut masa depan genarasi penerus yang harus ditangani serius, karena akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia, baik dari sisi kecerdasan, produktivitas maupun daya saing,” kata Bupati dalam sambutannya itu.
Bupati menekankan Pemerintah Kabupaten Tala menjadikan percepatan penurunan stunting sebagai salah satu prioritas utama pembanguan darah.
“Melalui audit kasus stunting kita dapat mengidentifikasi penyebab langsung dan tidak langsung dari setiap kasus, menilai efektivitas intervensi yang telah dilakukan, serta menyusun rencana tindak-lanjut yang tepat sasaran,” papar Bupati.
Menurut Bupati, audit bukan semata kegiatan administratif, tetapi merupakan mekanisme refleksi dan evaluasi bersama.
“Dari sini kita belajar bagaimana penanganan stunting berjalan di lapangan, dimana letak kekurangannya dan langkah kongrit apa yang bisa segera diperbaiki, mulai tingkat desa, kecamatan sampai kabupaten,” jelasnya.
Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana. (DP3AP2KB), Maria Ulfah, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tala saat ini mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam mengatasi kasus stunting.
Langkah-langkah yang diambil Pemkab Tala saat ini sudah memperlihatkan hasil yang signifikan, angka stunting di Tala saat ini tercatat 22,5 persen, turun dari sebelumnya 41,7 persen.
Menurut Kepala DP3AP2KB, capaian ini tidak terlepas dari keterlibatan lintas sektor, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, pengusaha dan masyarakat.
“Penurunan ini merupakan wujud berjalannya sinergi semua pihak yang membuahkan hasil positif dalam upaya menekan angka stunting,” katanya.
Pemerintah Pusat melalui Program gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, kuat dan terbebas dari Stunting (Genting) juga mendukung upaya-upaya pemerintah daerah dalam menekan angka stunting.
Maria Ulfah menjelaskan, selain faktor gizi, stunting juga sering dipicu oleh penyakit penyerta, seperti tubercolusis (TBC) dan kekurangan zat besi lainnya.
Kadis P3AP2KB menambahkan pihaknya juga mendorong partisipasi aktif dunia usaha dalam upaya penurunan angka stunting dengan melakukan pemantauan dan evaluasi apakah
kontribusi dunia usaha berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Kita berharap semua pihak terlibat dan memiliki komitmen bersama menkan angka stunting,” katanya lagi.
Rapat Deiseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Semester II Tahun 2025, selain dihadiri Sekda Tala, Ismail Fahmi dan Kadis P3AP2KB, Maria Ulfah, juga dihadiri Kepala BKKBN Provinsi Kalsel, Kepala Dinas Kesehatan Tala, Isna Farida. (zkl/foto: ist)