BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Meski tahapan Pemilu 2019 sudah dilakukan jauh-jauh hari, namun sosialisasi
yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalsel, dinilai kurang ‘greget’.
Penilaian itu dikemukakan Aliansi BEM se-Kalsel yang
berunjuk rasa di Kantor Bawaslu Kalsel, Jl RE Martadinata, Banjarmasin Tengah,
Selasa (2/4).
Menamakan diri Gerakan Rakyat Duduki (Geruduk) Bawaslu,
mereka menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya, menyayangkan kinerja KPU dalam
hal sosialisasi A 5 yang kurang masif.
Meminta kejelasan DPT secara transparan, dan mendesak KPU
menyosialisasikan visi misi calon presiden dan calon wakil presiden.
Sementara Bawaslu, dituntut bertindak tegas terhadap
oknum-oknum yang menyelenggarakan kampanye terselubung dan menyalahi fungsinya.
Menurut Korwil Aliansi BEM se-Kalsel, Ghulam Reza, tuntutan
disampaikan ke Bawaslu karena merupakan lembaga pengawas pemilu. Termasuk
sebagai pengawas kinerja KPU.
Karena dari sejumlah diskusi yang dilakukan, kata Ghulam,
banyak masyarakat tidak tahu kapan pelaksanaan pencoblosan pemilu.
Berapa banyak surat suara yang akan dicoblos, mengingat
pemilu kali ini dilaksanakan serentak, antara pemilu legislatif, termasuk calon
perseorangan DPD RI dan pilpres.
“Disebut-sebut ada lima surat suara yang dibedakan dari
warnanya. Tapi warna biru untuk surat suara apa? Warna kuning untuk surat suara
apa? Masyarakat banyak yang tidak tahu,” ujar mahasiswa Uniska Banjarmasin itu.
Geruduk juga menuntut penyelenggara pemilu, baik KPU
maupun Bawaslu, bersikap netral. Tidak berpihak kepada salah satu peserta
pemilu, baik parpol maupun pasangan capres dan cawapres.
“Selain mendesak mereka untuk bersikap netral, kami juga
minta Bawaslu bersikap tegas terhadap pelaku pelanggaran pemilu. termasuk ASN
yang tidak netral,” katanya.
Menyikapi tuntutan tersebut, Komisioner Bawaslu Kalsel,
Nur Kholis Madjid, berjanji mengajak KPU untuk lebih maksimal menyosialisasikan
Pemilu 2019.
“Di sisa waktu ini, kami berjanji mengajak KPU untuk
bekerja lebih maksimal, agar masyarakat bisa berpartisipasi dalam pemilu ini,” tandasnya.
Geruduk mengawali orasi di perempatan JL Pangeran Samudera
dan Jl Lambung Mangkurat, dijaga aparat kepolisian. Begitupun saat mereka long march ke Kantor Bawaslu
Kalsel, Jl RE Martadinata. (emy/foto:
iman)