PELAIHARI, banuapost.co.id–
Meski musim kemarau belum terasa di Kabupaten Tanah Laut, Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) setempat sudah melakukan antisipasi dengan mendirikan Pos
Siaga Darurat Bencana Karhutla.
Posko tersebut didirikan dekat rest area atau SPBU Desa
Gunung Raja. Lokasi ini kebetulan menjadi kawasan rawan karhutla, karena terdapat ratusan hektar
lahan kosong yang ditumbuhi bundung dan galam.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Tala, M Kusri, kawasan Desa
Gunung Raja merupakan salah satu penyumbang titik api terbanyak saat musim
kemarau tiba.
“Sengaja di tempatkan posko bekerja sama dengan pihak Kecamatan
Tambang Ulang, mengingat kawasan ini sering terjadi karhutla,” ujar Kusri kepada
awak media, Senin (8/7).
Penempatan Posko satgas karhutla tersebut, cukup
beralasan. Mengingat sudah ada tiga kebakaran lahan yang muncul dalam dua
minggu terakhir.
Minggu (7/7) sekitar pukul 16:40 Wita, terjadi kebakaran
lahan di Desa Tambang Ulang, Kecamatan Tambang Ulang. Api sempat membakar 0,24
hetare lahan, sebelum dipadamkan petugas Posko Induk BPBD Tala.
Sebelumnya, Minggu (30/6), kebakaran lahan terjadi di
Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari. Api sempat menhanguskan lahan seluas 1,5
hektare. Pemadaman dialakukan TRC BPBD Tala dan Satpol PP dan Damkar Tala.
Titik api juga muncul di Desa Ujung Baru, Kecamatan
Bati-Bati, Rabu (3/7) lalu. Api melalap 1 hetare lahan, sebelum dijinakkan BPBD
Posko Bati-Bati dan BPK swasta. (zkl/foto:
ist)
