JAKARTA, banuapost.co.id–
Keluarga Besar Marhaenis (KBM) harus berkomitmen membumikan Pancasila. Tidak
membeda-bedakan Suku, Agama, Ras dan Golongan (SARA) serta menjaga tegak dan
utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ajakan itu dikemukakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional
(DPN) KBM, Prof Dr Sudigdo Adi, dalam sambutanya pada Diskusi Kebangsaan di
acara Halalbihalal dan Haul Bung Karno di sebuah restaurant di bilangan Jakarta
Timur, Minggu (7/7).
Bahkan KBM, menurut Prof Sudigdo, harus senantiasa satu
kata dan perbuatan. Dalam setiap ucapan dan sikapnya, mencirikan
pribadi-pribadi yang Pancasilais, sebagaimana para Founding Father dalam memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia.
“Salah satu cirinya, menjauhkan diri dari sikap koruptif,
menebar kebencian dan berita bohong,” jelas Prof Sudigdo.
Dahulu para perjuang kemerdekaan, lanjut Prof Sudigdo, selalu
berbeda pandangan politik. Tapi semangat itu kemudian dijadikan motivasi untuk
mempertajam dialektika perjuangan Indonesia merdeka.
“Bukan politik pecah belah ala Belanda devide et impera,” pungkasnya.
Sedang Gatot Tjahyono, Anggota DPRD Jawa Barat, yang juga
Waketum DPN KBM mengatakan, saatnya segenap marhaenis dan organisasi marhaenis,
menyatukan persepsi dalam suatu program bersama.
“Kader-kader marhaenis harus masuk di eksekutif,
legislatif, lembaga non kementerian serta BUMN, agar tetap kokohnya Pancasila
dalam kerja-kerja pemerintahan,” imbuhnya.
Acara Halalbihalal dan Haul Bung Karno sekaligus Diskusi
Kebangsaan ini, dihadiri berbagai organisasi se azas, termasuk organ relawan salah satu pendukung capres
Pemilu 2019 lalu. (*/yb/foto: ist)
