BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Merobohkan hewan qurban, khususnya sapi, sering kali perlu tenaga banyak orang.
Tapi tidak halnya bagi seorang panitia di Masjid Al Barqah, Komplek Kayutangi
II.
Bermodal pengalamannya beternak sapi, M Yusri memiliki
teknik dan kemampuan merobohkan hewan qurban berbobot puluhan hingga mendekati
seratus kilogram, hanya seorang diri.
Seperti dilakukan lelaki yang akrab disapa Iyus saat
penyembelihan hewan qurban Hari Raya Idul Adha 1440 Hijriah, Ahad (11/8).
Sebelum dirobohkan untuk disembelih, seekor sapi yang
siap diqurbankan, diikat di sebatang pohon yang talinya juga mengalung di leher
hewan tersebut.
Selain leher, seutas tali juga diikatkan di kedua kaki
depan sapi. Ikatan tali mengantisipasi
sapi kabur bila aksi yang dilakukan pria berusia sekitar 30-an tahun ini gagal.
Setelah ikatan tali dipastikan sudah pada tempatnya, Iyus
mulai beraksi. Kedua tangannya memegang erat kedua tanduk sapi yang bakal
dirobohkan. Tak jarang ia harus beberapa kali mengulang aksi bantingannya,
karena sapi melawan.
Namun dengan teknik dan pengalaman hampir sepuluh tahun
yang dimilikinya, hanya dalam hitungan menit, seekor sapi bisa dirobohkannya.
Selanjutnya dibantu rekan petugas panitia lainnya, ia menenangkan sapi yang
sudah dirobohkan. Setelah tenang, barulah sapi tersebut diangkat ke lubang
penyembelihan.
Menurut Iyus, kemampuannya merobohkan sapi karena sehari-harinya
beternak sapi. Meski memiliki kemampuan tersebut, tetap harus berhati-hati.
“Alhamdulillah, tidak pernah terluka setiap kali
merobohkan sapi,” ujar Iyus.
Diakui Iyus, sapi yang bisa dirobohkanya hanya dengan
bobot 75 kg sampai mendekati 100 kg. Kalau lebih dari satu pikul (100 kg),
memang agak sulit.
Sementara menurut Ketua Panitia Qurban Masjid Al Barqah,
Zhorvan, hampir setiap tahun Iyus yang merupakan tetangganya di Komplek Kayutangi
II itu, terlibat dalam pemotongan hewan qurban.
“Memang tidak semua sapi qurban di sini yang ia robohkan
sendiri. Beberapa dirobohkan petugas panitia lainnya,” kata Zhorvan.
Zhorvan memastikan teknik merobohkan sapi seorang diri
yang dilakukan Iyus, aman dan tidak menyiksa hewan qurban. Karena sesuai
syariat Islam, penyembelihan hewan qurban dilarang melakukan tindakan yang
menyiksa.
Tahun ini, Masjid Al Barqah menyembelih 11 ekor sapi dan
lima ekor kambing, dua di antaranya merupakan pemberian manajemen BPJS
Ketenagakerjaan, yang kantornya berada di lingkungan Komplek Kayutangi II. Dari
belasan hewan kurban itu, didapat sekitar dua ribu kantong daging yang kemudian
disalurkan ke mereka yang layak mendapatkannya. (emy/foto: deny yunus)
