PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Metode baru hafalan Al Qur’an yang
mudah dan menyenangkan, mulai diperkenalkan bagi para pendidik di Kota Palangka
Raya.
Metode
yang dikembangkan Ustazah Lailatul Fithriyah Azzakiyah, diperkenalkan kepada
para ustaz dan ustazah Taman Pendidikan Alquran (TPA) se-Kota Palangka Raya,
pada pelatihan Tahfiz Al Qur’an Tematik (TQT), 13-14 Agustus lalu.
Pada
kegiatan yang digelar di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) ini,
seluruh peserta mendapat pengarahan langsung Ustazah Lailatul yang didatangkan
khusus dari Malang.
Secara gambling,
pengasuh Yayasan Bait Al-Hikmah Malang itu, menjelaskan metode TQT kepada para
peserta secara teori dan praktik dalam 2 hari pelatihan.
Pelatihan cara menghafal Al Qur’an
ini, disampaikan secara variatif dengan media yang beragam. Pada sesi praktik,
peserta pelatihan bersama-sama mencoba menghafal Surah Al-Qamar ayat 9-17 yang
menceritakan sejarah dakwah Nabi Nuh Alaihissalam.
Semula, peserta diajak menonton
video kisah Nabi Nuh untuk memberikan persepsi mengenai ayat-ayat yang akan
dihafal. Kemudian peserta menghafal kosakata penting dalam ayat tersebut dengan
lagu, untuk kemudian dituntun memahami penjelasan surah tersebut ayat per ayat.
Selanjutnya, pemateri
memberikan clue-clue unik untuk mengingat nomor dan kata kunci
dari makna ayat-ayat pada surah tersebut, untuk mengetahui tingkat pemahaman
peserta pelatihan.
Ketua Pengembangan Al Islam UMP,
Lilik Kholisutin MPd mewakili panitia pelaksana, kepada wartawan, Kamis (15/8),
mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi bekal kepada para ustaz dan
ustazah TPA se-Kota Palangka Raya agar mengenal dan bisa menerapkan metode
menghafal Al Qur’an yang mudah dan menyenangkan.
“Alhamdulillah, peserta
bukan hanya hafal, tetapi juga paham dan mengetahui makna dari ayat-ayat Al Qur’an
tersebut,” terang Lilik.
Dosen tetap Program Studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah ini menambahkan, usai pelatihan, para
peserta yang merupakan pengajar tahfidz Al Qur’an, diharapkan mampu menerapkan
metode TQT saat mendidik santriwan santriwati di TPA-nya masing-masing.
Dengan
demikian, diharapkan makin banyak santri yang hafal Al Qur’an, sekaligus
memahami kandungan makna di dalam surah dan ayat-ayatnya. (sar/foto: ist)
