BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Direktorat Lalulintas Polda Kalsel menggelar diskusi dengan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK)
se Kota Banjarmasin dan instansi terkait,
seperti Jasa Raharja dan Damkar Pemko Banjarmasin, Rabu (21/8) siang,
Diskusi yang mengusung tema: Upaya Melestarikan BPK sebagai Bagian dari Kearifan Lokal di Kalsel dengan Tetap Menjaga Kamseltiblancar Lantas, dibuka Wakapolda Kalsel, Brigjend Pol Aneka Pristafuddin.
Brigjend Aneka mengingatkan, kegiatan mendatangi TKP
kadang mengabaikan keselamatan diri dan masyarakat pengguna jalan. Sehingga
kadang, ada kecelakaan lalulintas.
“Disini ditlantas mempunyai inisiatif diskusi dengan
stake holders, cari solusi jalan terbaiknya gimana, sehingga mereka bermanfaat.
Namun jaga keselamatan diri dan anggota masyarakat lainnya,” tandasnya.
Terlebih lagi, lanjut Pati Polri bintang satu di pundak itu,
selama ini masyarakat juga mendukung kehadiran para anggota BPK dalam mengatasi
musibah yang menimpa.
Sementara Dirlantas Polda Kalsel, Kombes Pol Muji Ediyanto, mengungkapkan, target diskusi agar semua pihak terkait ikut memikirkan. Ini mengingat BPK merupakan kearifan lokal dan kekayaan yang tidak dimiliki kabupaten/kota yang ada di semua provinsi.
Namun demikian, menurut Kombes Muji, etika berlalulintas
harus dijaga, terutama kamseltiblancar lantas di jalan perlu diutamakan.
Karena di jalanan bukan hanya BPK. Tapi juga masyarakat
gunakan jalan, baik pejalan kaki, sepeda, mobi, yang semuanya pengguna akses tanpa
ada rasa takut, juga tak memicu terjadinya kecelakaan lalulintas.
“Kita jagan pernah berpikir korbannya belum banyak, yang
meninggal belum banyak. Apa menunggu yang meninggal banyak? Kita semua ikut
pikirkan. Ini potensi, kekayaan. Ini kearifan lokal di Kalsel yang harus dilestarikan,”
imbuhnya.
Sedang Sulaiman dari Ormas PMK Sangga Lima, menyambut baik diskusi yang digagas Ditlantas Polda Kalsel
ini agar para anggota BPK bisa bekerja bekerja dengan baik, khususnya dengan aparat
kepolisian mengenai lalulintas. (imn/foto:
iman)
