PELAIHARI, banuapost.co.id–
Kabut asap tebal menyelimuti ruas Trans Kalimantan, Liang Anggang, Banjarbaru,
hingga Pandahan, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu (14/9) pagi.
Akibatnya, pengguna jalan harus menembus kabut asap
sepanjang kisaran 8 kilometer dengan waktu tempuh lebih dari 15 menit, ketika
melintasi kawasan Pembataan, Pemasiran dan Pengayuan Kota.
Bahkan akibat dampak kabut asap, khususnya di kawasan
Banjarbaru dan sekitarnya, kembali memaksa penerbangan pagi dari Bandara
Syamsuddin Noor mengalami delay. Sejak pagi tidak ada satu pun pesawat yang
tinggal landas maupun landing.
Menurut Amperansyah, salah satu calon penumpang yang akan
bepergian menuju Kota Balikpapan, sampai pukul 10:00 Wita dirinya masih berada
di ruang tunggu keberangkatan.
“Padahal seharusnya, berangkat pukul 07:40 Wita,” ujar
warga Tanah Laut itu, nya yang menghubungi melalui pesan WA ke redaksi banuapost.co.id.
Bahkan hingga tiga jam lebih berada di ruang tunggu keberangkatan,
lanjut Amperansyah, tidak terlihat ada satupun pesawat yang terlihat tinggal
landas maupun mendarat. Sementara penumpang, sudah menumpuk di ruang tunggu
keberangkatan.
Sepeti diketahui, jadwal penerbangan pagi di Bandara
Syamsuddin Noor sejak dua minggu terakhir, sering tertunda akibat kabut asap
karhutla, baik yang terjadi di wilayah Banjarbaru, Kabupaten Banjar maupun
Tanah Laut. (zkl/foto: ist)
