SAMPIT, banuapost.co.id– Kecamatan sebelah utara Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, Kotabesi, diterjang kabut asap, Sabtu (14/9) pagi. Sehingga menyebabkan jarak pandang terbatas sekitar 2- 5 meter. Sementara di Kota Sampit, 20 kilometr dari Ibukota Kabupaten Kotim, jarak pandang kisaran 10 meter.
Kondisi demikian
diungkapkan Lina, warga Kotabesi, yang ingin beraktivitas ke bantaran Sungai
Mentaya, wilayahnya, karena terganggu dengan kabut asap yang kian memburuk.
“Mau turun ke
sungai penglihatan terbatas, karena rumah seberang jalan.Takut kalau tertabrak dengan
kendaraan melintas,” ujarnya kepada banuapost.co.id
melalui seluler.
Meski demikian, jarak
pandang mulai berkurang setelah angin berhmeus dari arah selatan. Sehingga
jarak pandang pada pukul 09:15 WIB dapat lebih jauih.
“Jarak pandang
sudah mulai cukup jauh, sekira 10 meteran,” ceritanya.
Sementara di Ibukota,
Kabupaten Kotim, Sampit sendiri, kabut asap kian bertambah parah. Sejak Jumat
(12/9) sore, asap mulai terasa, hingga menganggu pernafasan.
Kabut asap kian menebal
karena karhutla di sekitar wilayah Kotim yang sulit dibendung akibat kemarau
panjang.
“Pagi tadi pukul
06:00 WIB, Kota Sampit akibat kabut asap, jarak pandang hanya 10 meter,”
ungkap Arifin, warga yang tinggal sekitar Bandara H Asan Sampit.
Hampir selama empat jam dalam kondisi diselimuti kabut asap,
sekitar pukul 10:00 WIB jarak pandang mulai agak jauh, karena tiupan angin arah
selatan yang kencang.
“Namun demkian, aroma khas sendawa akibat gambut yang
terbakar, terasa mengganggu pernafasan,” ujar Arifin, salah satu awak media di
Kota Sampit itu. (urd/foto: ist)
