BOGOR, banuapost.co.id–
Dalam lima tahun ke depan, pemerintahan Presiden Joko Widodo akan memberikan
perhatian dan prioritas bagi pengembangan dan peningkatan kapasitas sumber daya
manusia. Pendidikan pun akan memegang peranan sentral bagi upaya tersebut.
Maka itu saat menerima kunjungan resmi Perdana Menteri
(PM) Belanda, Mark Rutte, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (7/10),
presiden mengajak pemerintah Belanda untuk dapat meningkatkan kerjasama dalam
hal pendidikan.
“Dalam pertemuan, kita juga membahas upaya
peningkatan kerja sama di bidang vokasi, termasuk di bidang kemaritiman dan
keperawatan,” kata Kepala Negara dalam pernyataan pers bersama.
Di samping itu, lanjut presiden, Belanda merupakan salah
satu mitra penting Indonesia di Eropa, baik di bidang perdagangan, investasi,
maupun pariwisata.
Di antara negara-negara Eropa, Belanda merupakan mitra
perdagangan nomor dua terbesar, mitra investasi nomor satu, dan mendatangkan
wisatawan nomor empat terbesar dari Eropa.
“Kerjasama ini akan terus kita perkuat dengan
menggunakan kerangka kemitraan komprehensif yang sudah dimiliki kedua negara,
Indonesia dan Belanda,” jelasnya.
Di tengah situasi perekonomian dunia yang mengalami tren
pelemahan, presiden memandang perlu upaya meningkatkan kerjasama ekonomi dengan
banyak mitra, termasuk dengan Belanda.
Di bidang perdagangan, Indonesia dan Belanda sepakat
untuk terus meningkatkan perdagangan yang terbuka dan adil. Dalam konteks ini, presiden
kembali menyampaikan kekhawatiran Indonesia untuk kebijakan Uni Eropa terhadap
kelapa sawit.
Sementara di bidang investasi, presiden mengajak Belanda
untuk meningkatkan kemitraan di bidang infrastruktur maritim dan pengelolaan
air.
Di pengujung pernyataannya, Kepal Negara menyampaikan
apresiasinya kepada pemerintah Belanda yang terus menghormati kedaulatan
Indonesia.
“Sebagai penutup saya berikan apresiasi kepada
pemerintah Belanda yang secara konsisten tegas menghormati kedaulatan negara
Republik Indonesia,” tandasnya.
Sementara PM Rutte mengaku senang bisa mengunjungi
Indonesia kembali. Untuk diketahui, ini merupakan kunjungan ke-3 PM Rutte ke
Indonesia setelah sebelumnya juga berkunjung pada 2013 dan 2016.
“Banyak hubungan sejarah antara kedua negara dan kita
juga mendorong kerjasama baru di masa depan melalui pariwisata, juga pertukaran
mahasiswa, dan tentu saja hubungan perdagangan,” kata PM Rutte.
Terkait kelapa sawit, PM Rutte menyebut, pihaknya
berupaya untuk mengubah situasi kompleks menjadi peluang.
“Kami berupaya untuk mengubah situasi kompleks ini
menjadi peluang. Seperti yang tadi disampaikan, MoU baru saja ditandatangani
dan MoU tersebut akan fokus pada pengembangan kapasitas petani skala
kecil,” ujarnya.
Menurut PM Rutte, banyak sekali area kerja sama lainnya
yang memiliki potensi untuk dikembangkan Indonesia dan Belanda. Termasuk di
antaranya tentang pengelolaan air, kesehatan, perubahan iklim, dan pengelolaan
sampah.
“Saya harap bersama-sama kita akan memanfaatkan
peluang tersebut,” imbuhnya. (yb/din/foto:
sekneg)
