MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Pemkab Barut terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan
maksimal. Salah satunya dengan program akreditasi, baik di RSUD Muara Teweh
hingga puskesmas.
Menurut Plt Kadis Kesehatan H Siswandoyo didampingi Kabid
Pelayanan Sumber Daya Kesehatan (PSDK), Pariadi AR, dari 16 puskesmas yang ada,
tinggal lima yang belum terakreditasi.
Ke-5 puskesmas hanya menunggu giliran untuk dilakukan
proses penilian dari tim surveior akreditasi. “Jadi hampir 70 persen puskesmas yang ada di Barito
Utara telah terakreditasi,” ujarnya.
Dalam akreditasi ini, sambung Siswandoyo, juga ada
tingkatannya. Yakni dari dasar, madya, utama dan paripurna. Dari 11 puskesmas
yang telah terakreditasi, Puskesmas Muara Teweh mendapatkan hasil akreditasi utama.
Sedang 10 puskesmas lainnya, masih mendapatkan hasil
akreditasi dasar dan madya.
“Masih belum ada puskesmas yang mendapatkan hasil akreditasi
paripurna. Namun kami akan tetap berusaha untuk mencapai penialaian tersebut,” imbuhnya.
Dalam waktu minggu ini, lanjut Siswandoyo, ada dua puskesmas
yang akan dilakukan penilaian. Yakni Puskesmas Tumpung Laung dan Benao.
Sementara yang belum dilakukan penilaian akreditasi, yakni Puskesmas Mampuak, Batu
Raya dan Lahei II.
“Jadi lima puskesmas tersebut, pada tahun ini juga akan
dilakukan penilaian akreditasi. Karena pada 2020 apabila tidak terakreditasi,
maka dianggap tidak kompeten untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
(arh/foto: ist)
