BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mengimbau masyarakat Kalsel agar tidak
terprovokasi kasus Panajam Paser Utara (PPU) , Kalimantan Timur.
Imbauan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu, sangat
beralasan. Selain berita medsos yang kebenarannya masih belum jelas, kasus
itupun juga melibatkan sesama anak bangsa.
Karena itu, menurut Paman Birin, loyalitas primodial yang
dimiliki salah satu suku penghuni Pulau Kalimantan, khususnya yang ada di Kalsel,
jangan sampai ikut terusik dengan berita-berita di media sosial.
“Seandainya pun itu benar, serahkan semua permasalahan kepada
mekanisme hukum yang berlaku,” tegas Paman Birin menjawab pertanyaan awak media
di sela acara Ngopi Bareng bersama pimpinan SKPD di lingkup Pemprov Kalsel di
halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kalsel, Rabu (16/10) malam.
Tak hanya mengimbau, Paman Birin juga mendoakan ricuh yang terjadi di salah satu kabupaten di Provinsi Kaltim yang belum lama ini ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara (IKN) itu, segera bisa diatasi.
“Kita doakan, semoga permasalahannya cepat teratasi.
Tidak sampai melebar, karena Kalsel merupakan tetangga dari Provinsi Kaltim,” pungkas
Paman Birin.
Diingatkan Paman Birin, semua anak bangsa untuk
mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan. Sehingga konflik yang mengarah ke
SARA bisa diantisipasi dan tidak terjadi.
Sementara informasi yang diterima banuapost.co.id, Rabu (16/10) kisaran pukul 13:30 Wita, di Pelabuhan Penyeberangan Penajam, Jl Propinsi, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Paser Utara, 100-an orang dengan membawa senjata tajam berkumpul.
Masyarakat Toyu itu, menginginkan keluarga pelaku tindak
pidana diusir dari Kabupaten Penajam Paser Utara. Alasannya, merasa terhina dengan
kejadian penikaman.
Tak urung akibat kumpulan masyarakat bersenjata tajam
ini, aparat keamanan baik TNI dan Polri, Kapolres Penajam Paser Utara, Kapolres
Paser dan Dandim 0913/PPU, serta tokoh masyarakat, berusaha melakukan mediasi dengan
Bupati setempat. (yb/emy/foto: ist)
