TANJUNG, banuapost.co.id– Desa Kinarum RT 2 Kecamatan Upau, Tabalong, geger, setelah menemukan satu pemudanya ditemukan tak bernyawa dalam kondisi leher terjerat seulas tali tegantung di dalam kamar rumahnya, Rabu (18/12).
Pemuda itu, HI (33), pertama kali ditemukan adiknya sendiri, HS (23),
yang diminta sang ibu untuk melihat si kakak yang tak pernah kelihatan keluar
kamar hingga pukul 11:30 Wita.
Karena kamar terkunci dari dalam, HS kemudian berusaha
melihat dari dinding yang berlubang, dan mendapati sang kakak tergantung dengan
leher terikat tali tambang warna biru.
Sementara tepat di bawah HI tergantung, ada 2 buah meja yang
disusun.
Pemandangan ini tak urung membuat HS dan sang ibu mendobrak
pintu kamar. Berhasil masuk, namun HI sudah tak bernyawa lagi.
Kasatreskrim Polres Tabalong, Iptu Matnur, yang diminta konfirmasinya,
membenarkan tengah menangani kasus gantung diri itu.
“Korban ditemukan dengan posisi tergantung dengan
leher terjerat tali nilon warna biru,” ujarnya.
Saat diturunkan, lanjut Iptu Matnur, selain kondisinya
sudah tak bernyawa, lidahnya pun terjulur. Sedang kedua telapak tangan dan kondisi
terkepal.
Dari hasil pemeriksaan terhadap jenazah korban oleh dokter
puskesmas, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.
“Sementara untuk dilakukan otopsi, pihak keluarga menolak.
Mereka menerima meninggalnya korban,” kata Iptu Matnur.
Meski demikian, sambung Iptu Matnur, polisi minta surat
pernyataan pihak keluarga, menerima meninggalnya korban dengan kondisi
tersebut. (sal/foto: ist)
