PELAIHARI, banuapost.co.id– Warga Dusun Sukorejo, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, selama dua hari –Senin dan Selasa (27/28/1)– melakukan kegiatan pengasapan atau fogging di lingkungan secara swadaya. Alasannya, takut Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah di pemukiman mereka.
Warga mengaku sudah menyampaikan keluhan kepada pihak desa, dan
saat ini petugas dari Puskesmas Kecamatan Jorong, sudah mendatangi Dusun yang
masuk dalam administrasi Desa Sabuhur itu.
Untuk melakukan fogging swadaya, perangkat dusun mendapat
pinjaman peralatan fogging dari pihak perkebunan kelapa sawit dan Koperasi TKBM
Kipuh. Sementara yang melakukan penyemprotan, warga setempat dibantu relawan.
Kekhawatiran warga dan perangkat Dusun Sukorejo cukup beralasan.
Sembilan warga mereka yang mengalami demam tinggi, ternyata tujuh orang positif
terpapar DBD.
Ningsih, warga RT 21, mengaku salah satu dari tujuh warga yang
positif terpapar DBD. Ningsih masuk rumah sakit sejak Jumat (24/1), dan pada
Senin sudah diperbolehkan pulang.
“Saat dibawa ke rumah sakit, lengan saya sempat keluar
bintik-bintik merah, dan suhu badan tinggi,” kata Ningsih saat dikonfirmasi,
Selasa (28/1).
Sementara Rubiyanto, Kepala Dusun Sukorejo, membenarkan saat ini
sudah ada sembilan warganya yang mengalami demam tinggi, tujuh di antaranya
positif terpapar DBD.
“Sudah tujuh dari sembilan warga kami yang positif terpapar DBD.
Dua masih belum diketahui hasil laboratoriumnya,” kata Rubiyanto, sambil
memimpin warganya melakukan fogging.
Menurut Rubiyanto, saat ini sudah ada petugas dari Puskesmas
Jorong yang datang memantau ke Sukorejo. Mereka rencananya akan melakukan
penyemprotan, sekaligus penyuluhan pada Jumat mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Tala, Hj Nina Sandra, mengungkapkan
melalui pesan singkatnya, saat ini ada sekitar 21 warga Tala yang mengalami
demam dengue dan 31 orang positif DBD.
Kawasan Dusun Sukorejo merupakan kawasan pemukiman transmigrasi
yang lingkungannya banyak dikelilingi kebun karet dan kelapa sawit. Bagian
belakang rumah warga masih banyak yang berupa belukar dan kandang ternak. (zkl/foto: zul yunus)
