JAKARTA, banuapost.co.id– Setelah berekspremen dengan lagu ‘Bojo Galak’, Jakarta Dangdut Revolution (JDR) kembali merilis lagu yang diciptakan bassis, sekaligus musik director band dangdut ini.
Karya terbaru band yang berpersonilkan delapan anak muda
itu, merupakan sebuah komitmen mereka dalam bermusik.
“Perkembangan musik dangdut yang saat ini menjadi
buah bibir di kalangan pencinta musik, membuat JDR bersemangat untuk
menciptakan karya sendiri,” ujar Ary Lazuardi dari Milana Musik Nusantara,
label dan manajemen yang menaungi JDR.
Lagu yang dirilis JDR, berjudul ‘Sampeyan Sinten’ ditulis
Ishal, basiss yang juga merupakan music
director dari JDR.
Band dangdut ini digawangi Vivi (vocal), Zack
(keybordist), Abi (suling), Junet (gendang), Kiki (drummer), Esha (gitar, Ishal
(bas dan keybord) dan Ogie (saksofonis).
Menurut Ary, lagu ‘Sampeyan Sinten Mas?’, tadinya bahan
bercandaan dari mulut Ishal yang dikenal memang suka bercanda. Dia terbiasa
berucap “Sampeyan Sinten Mas?” ketika dicela tentang karya dan
kehidupannya.
Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, beberapa liriknya
menggambarkan keadaan pergaulan pada saat ini. Banyak ngomongin kejelekan orang,
tetapi hanya dibelakang saja.
Di tempat yang sama, Ishal, sang pencipta lagu, menambahkan,
lagu “Sampeyan Sinten” sendiri merupakan lagu yang dibuat khusus
sebagai jati diri dan eksistensi JDR dalam industri dangdut pada saat ini.
Perpaduan lirik yang guyon (bercanda, Red.) diiringi aransment megah dan mewah.
Tetapi tidak melupakan unsur dangdutnya, dimana tetap ada sentuhan gendang
koplo dan alunan suling yang spesial.
“Bahkan di Sampeyan Sinten ini, JDR mengajak
Bimacho, rapper Jogja sebagai featuring. Ini untuk mendapatkan feel lirik serta
pendalaman tema lagu,” terang Ishal.
Berada di bawah naungan Milana Nusantara, JDR, tambah
Ishal, memiliki kebebasan untuk berkarya tanpa larangan, baik pengembangan
arransment ataupun kebebesan lirik nyleneh.
“Untuk itu, JDR serta Milana Musik Nusantara
berharap lagu ‘Sampeyan Sinten’ ini bisa diterima para pencinta musik Indonesia,
khususnya pencinta musik dangdut,”
harap Ary yang sekaligus mewakili harapan JDR. (ek/foto: ist)