BARABAI, banuapost.co.id– Ungkapan kebencian, baik kepada Suku, Ras, Agama dan Antar golongan (SARA), berandil besar memicu terjadinya kekerasan, bahkan perpecahan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Karena itu, sangat penting toleransi dan tenggang rasa untuk terus dijaga dan dipelihara.
“Toleransi berarti menghormati perbedaan. Toleransi juga berarti kita bisa mengerti dan tidak cepat tersinggung atau marah, jika mendengar atau mengetahui sesuatu yang tidak pas,’ jelas Ketua DPC PDI-P HST, Berry Nahdian Furqon.
Pidato politik Wakil Bupati HST itu dikemukakan dalam pembukaan Musancab PDI-P ke V 2020, sekaligus pengesahan dan pelantikan Pengurus Anak Cabang se-HST di Gedung Juang Barabai, Kamis (5/3).
Sementara tenggang rasa, sambung Berry, kemampuan dan kesediaan untuk mengendalikan diri, mencegah tutur kata dan perbuatan yang bisa melukai, menyinggung, memperolok, dan merendahkan keyakinan dengan mereka yang berbeda identitas.
‘Karena itu, toleransi harus senantiasa dipasangkan dengan tenggang rasa,’ tandasnya.
Oleh sebab itu, lanjut
Berry, PDI-P tetap
memilih jalan ideologis, sekaligus menyatakan diri tidak hanya sebagai rumah bagi
kaum nasionalis, rumah bagi semua kelompok dan golongan, juga sebagai Rumah Kebangsaan
bagi Indonesia Raya.
Diingatkan Berry, seluruh kader
agar tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan, nilai-nilai kebhinekaan dan menjadikan
nilai-nilai keagamaan dan ketuhanan sebagai panduan dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.
“Juga untuk tetap berada di garis perjuangan partai yang berwatak kerakyatan, selalu mengarahkan keberpihakan pada kepentingan arus bawah, kepentingan wong cilik dan semangat kegotongroyongan,” pungkasnya.
Acara pembukaan muscancab ini
juga dihadiri beberapa pengurus DPD PDI-P Kalsel, Ketua DPRD HST, H
Rachmadi, forkopimda, perwakilan partai politik
HST, ormas keagamaan, ormas kepemudaan dan tokoh masyarakat,
serta Pengurus
Anak Cabang dan Pengurus Ranting PDI-P se-HST. (yb/*/foto: ist)