PELAIHARI, banuapost.co.id– Dalam rangka pembinaan territorial, jajaran Kodim 1009/Pelaihari dibantu warga setempat, mengadakan bedah rumah di Dusun Asri Mulya, Desa Jilatan Alur, Batu Ampar, Rabu (1/4).
Rumah yang diperbaiki milik pasangan Mbah Harianto alias Mbah Anton (75) dan isterinya,Ny Sumini (60), Kondisi rumah keluarga pasangan lansia ini, sangat memprihatinkan. Selain miring dan hanya berlantai tanah, rumah pun berada di tepi kebun karet warga.
Mbah Anton masuk Desa Jilatan Alur melalui program transmigrasi lokal sejak 1996. Sebelumnya, pasangan ini tinggal di Sebamban II, Kabupaten Tanah Bumbu.
Perbaikan rumah ini diawasi langsung Danramil Jorong, Kapten Inf Jodi dan Kades Jilatan Alur, Rahmad Yulianto.
Ny Sumini mewakili suaminya, mengaku senang dan terima kasih kepada TNI dan warga yang sudah menyumbangkan tenaga untuk memperbaiki tempat tinggal keluargannya.
“Senang tempat tinggal kami diperbaiki. Saat ini keluarga kami hanya mengandalkan saya sebagai buruh pemetik jagung,” ujar Ny Sumini saat ditanya perasaannya.
Sementara Kades Jilatan Alur, Rahmad Yulianto, juga berterima kasih kepada warganya dan anggota Koramil Jorong yang membantu memperbaiki rumah salah seorang warganya.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu warga kami. Semoga semuanya menjadi berkah,” kata kades.
Menurut kades, dibedahnya rumah salah satu warganya ini, setelah ada warga yang mengaku sangat prihatin dengan kondisi rumah keluarga Mbah Anton.
Sementara Dandim 1009/Pelaihari, Letkol Inf Adi Yoga Susetyo, mengatakan, bedah rumah dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, merupakan bagian pembinaan teritorial TNI.
Menurut dandim, pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam hal kegiatan kemasyarakatan. Bahkan sebelumnya, kodim juga menjalankan program jambanisasi. Dimana TNI membangun jamban untuk warga.
“Program yang kita jalankan juga dalam rangka membantu pemerintah, sehingga sebagian besar bekerja sama dengan pemerintah setempat, seperti TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD,” jelas Dandim 1009 Pelaihari.
Namun demikian, sambung dandim, untuk 2020 wilayah Tala tidak ada TMMD. Rencananya baru akan ada di 2021. (zkl/foto: ist)