JAKARTA, banuapost.co.id– Ikatan Dokter Indonesia (IDI), berduka. Tiga anggotanya, dua status Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dan satu positif terindfeksi Covid-19, meninggal dunia.
Ketiga dokter sempat dirawat di RSPP (Rumah Sakit Pusat Pertamina), di Rumah Sakit Pelni (Pelayaran Nasional Indonesia), dan RS Medistra Jakarta.
“Dokter Heru Sutantyo dirawat di RSPP Jakarta, dr Wahyu Hidayat SpTHT dirawat di Rumah Sakit Pelni, dan dr Ketty Herawati Sultana dirawat di RS Medistra, Jakarta,” kata Humas IDI, Halik Malik, Minggu (5/4).
Dua di antara tiga dokter tersebut, lanjut Halik, melayani pasien umum sehari-harinya. Jadi beberapa dokter meninggal tidak selalu bersentuhan dan menangani pasien positif korona.
“Sebagai dokter, mereka praktik seperti biasanya, melayani pasien umum. Beberapa dokter yang meninggal karena Covid-19, tidak secara langsung menangani pasien positif korona di ruang isolasi atau ruang perawatan Covid-19,” imbuh Halik, sebagaimana dilansir dari detik.com.
Menurut Halik, hingga saat ini sudah 18 dokter yang gugur di tengah pageblug korona. Enam orang di antaranya, dokter gigi.
“Setidaknya sudah ada 18 dokter dan 6 dokter gigi yang gugur mendahului sejawat dalam menghadapi pandemi Corona ini,” timbuhnya.
Khusus untuk dr Ketty Herawati Sultana, dokter yang sempat merawat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, hasil tes swab menyatakan positif virus korona.
“Dokter Ketty bagian dari tim dokter di RS Medistra yang ikut merawat Menhub waktu itu, sebelum dirujuk ke RSPAD,” kata Halik.
Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya, selama ini bekerja di RS Medistra. Dr Ketty merupakan anggota IDI cabang Tangerang Selatan. (yb/dtk/foto: ist)