BARABAI, banuapost.co.id– Setelah hampir satu bulan dalam suka dan duka bersama masyarakat lokasi program TMMD ke-107 2020 Kodim 1002/Barabai, anggota satgasnya, berpamitan.
Seperti dilakukan lima prajurit Yonif/621 Manuntung yang dipimpin Pratu Umar, Senin (13/4). Mereka pamit dengan warga di Desa Sungai Jaranih, Kecamatan Labuan Amas Selatan, HST.
Ke-5 nya seperti berat hati meninggalkan rumah H Asnawi, tempat menginap selama kegiatan TMMD. Sebab sudah menganggapnya sebaga orangtua. Terhitung sejak 16 Maret hingga 14 April 2020, selama itu pula mereka menjadi anak angkat Asnawi.
“Terimakasih pak sudah memberikan kami tempat tinggal yang hampir sebulan lamanya. Saya harap ikatan kita, kami sebagai anak bapak, tetap berlanjut. Tidak hanya sampai di sini,” ujar Pratu Usman.
Kelimanya pun memohon ridho jika selama menginap di rumah tersebut banyak kata maupun tingkah laku yang menyinggung.
“Kami banyak-banyak minta rela pak,” ujar Usman.
Asnawi pun demikian. Dia berharap walau kegiatan yang dilakukan para prajurit itu berakhir, tetap mengingat dirinya sebagai bapak angkat.
“Saya pun minta rela kalau ada kata maupun tingkah laku yang kiranya menyinggung perasaan, mohon dimaafkan,” kata Asnawi.
Kegiatan berakhir, kata Asnawi, bukan berarti ikatan keluarga berakhir. “Kita akan terus mengingat para parajurit ini. Sering-sering berkunjung ke tempat saya,” imbuh Asnawi yang didampingi keluarga kecilnya. (yb/pen/foto: ist)