PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Sedikitnya 6 pedagang pasar tradisonal di Kota Palangka Raya, terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona.
Belum diketahui secara pasti penyebab tertularnya dari klaster mana. Namun dengan indikasi pasar tradisonal ada penyebaran Covid-19, justeru masih juga diserbu warga untuk berburu kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal hitungan hari.
Kondisi demikian sangat disayangkan. Karena aktivitas pedagang maupun warga tak lagi mengindahkan maklumat kapolri terkait jaga jarak.
Bahkan Tim Satgas Covid-19 yang berjaga di kawasan pasar seperti tak digubris. Padahal hampir setiap hari mensosialisasikan imbauan pencegahan Covid-19.
Tak hanya itu, sebagian besar pedagang pun tidak menggunakan masker. Sehingga tim satgas memberikannya secara gratis.
Memprihatinkan memang. Padahal sebelumnya, Pemkot Palangka Raya sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Ini mengingat, Ibu Kota Provinsi Kalteng tersebut sebagai salah satu daerah tertinggi jumlah terpapar virus koronanya.
Soal 6 pedagang yang terkonfirmasi positif terinfeksi, juga diakui Ketua Harian TGTP2 Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani, yang diminta konfirmasinya, Jumat (22/5).
“Hasil swab ke-6 pedagang itu positif terinfeksi. Mereka sudah dirawat di rumah sakit rujukan Covid-19 Kalteng,” jelas Emi.
Sedang data Media Center Covid-19 Kalteng pe 21 Mei 2020, tercatat jumlah pasien asal Kota Palangka Raya mencapai 66 kasus.
Dari jumlah itu, 18 di antaranya masih dalam perawatan, 45 lainnya sembuh, dan tiga orang meninggal dunia akibat virus korona ini. (yb/din/foto: ist)