JAKARTA, banuapost.co.id– Provinsi Kalimantan Selatan dan Tengah masuk dalam 10 besar penyumbang kasus positif virus korona baru (Covid-19) di Indonesia per Selasa (26/5) yang terakumukasi sebanyak 23.165 kasus.
“Kasus konfirmasi positif Covod-19 untuk hari ini naik 415 orang. Sehingga totalnya menjadi 23.165 orang,” ujar juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB, Selasa (26/5) sore.
Dari jumlah 23.165 kasus, 5.877 pasien sembuh dan 1.418 orang meninggal dunia. Padahal sehari sebelumnya, Senin (25/5), tercatat ada 22.750 kasus positif, 5.642 orang sembuh dan 1.391 meninggal dunia.
Sebagaimana data di situs covid19.go.id hingga pukul 12:00 WIB, dari tambahan kasus positif baru di Indonesia sebanyak 415 kasus, 28 di antaranya berasal dari Provinsi Kalsel dan 12 dari Kalteng.
Berikut 10 besar wilayah di Indonesia dengan peningkatan jumlah kasus terbanyak per Selasa (26/5) : DKI Jakarta: 89, Jawa Timur: 57, Sumatera Selatan: 56, Sumatera Barat: 35, Sulawesi Selatan: 33, Kalimantan Selatan: 28, Sulawesi Utara: 26, Banten: 18, Kalimantan Tengah: 12, dan Bali: 11 kasus.
Sementara jumlah ODP, sebanyak 65.748 orang dipantau, dan 12.022 pasien dalam pengawasan (PDP).
Berdasarkan data tersebut, menurut Yuri, sapaan akrab Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkes itu, penularan masih terus terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Karena kondisi demikian, Yuri meminta masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus Corona.
“Mari kita maknai data-data ini dengan kemudian kita yakini, penularan masih saja terjadi, penularan masih terus terjadi di tengah lingkungan masyarakat kita. Oleh karena itu kami meminta kepada saudara-saudara sekalian mari bersama-sama kita putuskan permasalahan ini,” tandasnya.
Menurut Yuri, jalani norma hidup yang baru, mulai normal yang baru, yaitu yang berbasis kepada kebiasaan dan pembiasaan pada pola hidup bersih dan sehat.
“Kita harus rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air yang mengalir, setidaknya 20 detik,” pungkasnya. (yb/foto: ist)