BANJARMASIN, banuapost.co.id– Sejak merebaknya Covid-19 di Kalsel, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) setempat, seperti tidak henti-hentinya melakukan aksi sosial. Per 10 hari, PMSTI berkesinambungan memberikan bantuan, baik APD, masker, penyemprotan disinfekta, hingga pembagian sembako.
Kali ini, menyerahkan bantuan portable ventilator secara simbolis kepada Wali Kota Ibnu Banjarmasin, Ibnu Sina di Balai Kota, Selasa (26/5).
Menurut Ketua umum PSMTI Kalsel, Herman Candra, bantuan 5 unit portable ventilator untuk dibagikan ke rumah sakit yang ada di Kota Banjarmasin dan Kota Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
“Ventilator ini sudah dua bulan lalu kami pesan. Bahkan sempat dibatalkan oleh pabriknya, sehingga harganya pun berubah jadi dua kali lipat. Berkat diurus PSMTI pusat, ya kami bisa dapat,” jelas Herman.
Total keseluruhan di Indonesia, sambung Herman, PMSTI sudah membagikan portable ventilator hampir 100 unit. Sedang harga 1 unit portable ventilator, sekitar 6 ribu dollar.
Sementara Ibnu Sina sangat mengapresiasi bantuan portable ventilator dari PSMTI Kalsel ini. Karena sangat membantu sekali, khususnya untuk RS Sultan Suriansyah yang menambah ruang isolasi.
“Tentu sangat membantu. Karena saat ini pun di Indonesia masih sangat sulit untuk mendapatkannya. Apalagi pengadaan alat-alat kesehatan seperti ini, betul-betul bisa dimanfaatkan secara teknis,” ujar Ibnu.
Pemilihan bantuan portable ventilator ini mengambil contoh di Cina. Permasalahan yang dihadapi di negeri tirai bambun itu, mengenai pernafasan. Mengingat Covid-19 menyerang bagian pernafasan.
“Jadi yang sangat dibutuhkan itu portable ventilator. Pasti rumah sakit mengalami kekurangan alat ini ketika memiliki pasien Covid-19 yang banyak,” timpal Herman. (ham/foto: hamdiah)