JAKARTA, banuapost.co.id– Seperti belum ada tanda-tanda mereda, dari hari ke hari pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi virus korona di Indonesia terus bertambah. Sepanjang Ahad (31/5) hingga pukul 12:00 WIB, terakumulasi sebanyak 26.473 kasus, setelah ada tambahan 700 pasien positif baru.
“Jumlah kasus positif bertambah 700 menjadi 26.473.
Jumlah pasien sembuh bertambah 293 menjadi 7.308. Sementara jumlah yang meninggal bertambah 40, hingga menjadi 1.613,” jelas juru bicara pemerintah terkait penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melalui kanal YouTube BNPB, Ahad (31/5).
Sebelumnya, Sabtu (30/5), jumlah akumulatif kasus positif berada di angka 25.773, dengan 7.015 di antaranya sembuh (27,2 persen dari kasus terkonfirmasi) dan 1.573 meninggal (6,1 persen dari kasus terkonfirmasi).
Menurut catatan banuapost.co.id, penambahan 700 kasus positif baru ini, yang terbanyak dalam sepekan terakhir. Sebelumnya, 21 dan 23 Mei 2020 penambahan kasus baru masing-masing 973 dan 949 kasus.
Berikut penambahan kasus baru Covid-19 dalam sepekan terakhir: Senin (25/5): 479, Selasa (26/5): 415, Rabu (27/5): 686, Kamis (28/5): 687, Jumat (29/5): 678, dan Sabtu (30/5): 557.
Sebaran 700 kasus positif baru: Jawa Timur 244, DKI Jakarta 118, NTB 42, Jawa Tengah 37, Sulawesi Selatan 31, Jawa Barat 30, Kalimantan Selatan 26, Gorontalo 25, Sumatera Selatan 19, Sulawesi Utara 17. Papua 17, Sumatera Barat 15.
Kalimantan Tengah 12, Bali 10, Maluku 8, Maluku Utara 7, Papua Barat 6, Bengkulu 5, Kalimantan Barat 5, Kalimantan Timur 4, Sulawesi Barat 4, Banten 3, DI Yogyakarta 3, Sumatera Utara 3, Sulawesi Tenggara 3, Sulawesi Tengah 2, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung dan NTT masing-masing 1 kasus.
Sementara data pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pantauan (ODP)virus korona di Indonesia, ada lebih dari 12.500 PDP yang diawasi, dan hampir 50.000 ODP yang dipantau.
“Kita masih melakukan pemantauan pada ODP 49.936 orang, sementara PDP yang saat ini masih kita awasi adalah 12.913 orang,” kata Yuri, sapaan akrab Dirjen Pemberantasan Penyakit Kemenkes RI itu. (yb/foto: ist)