BANJARMASIN– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Selatan menggelar pekan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) kepada masyarakat.
Kegiatan yang dimulai Minggu (29/7) pagi di halaman parkantoran BI Kalsel ini, sebagai upaya mengenalkan kartu GPN yang diklaim memberi kemudahan dan perlindungan bagi masyarakat, khususnya para nasabah perbankan.
Dengan kartu ini, nantinya transaksi antar bank akan lebih murah dan mudah. Kartu berlogo khusus tersebut, akan memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat.
Menurut Kepala KPw BI Kalsel, Herawanto, kartu tersebut akan mengurangi biaya transaksi tarik tunai maupun transfer antarbank.
“Selain itu, nasabah maupun merchant yang menyediakan fasilitas pembayaran non tunai pun akan lebih mudah,” jelasnya.
Umumnya, Merchant Discount Rate (MDR) dipatok dua sampai tiga persen. Dengan adanya GPN, tarifnya bisa turun menjadi 0,15 persen hingga satu persen. Sehingga, biaya administrasi pun lebih ringan dibanding dengan sebelumnya.
“Kartu debit berlogo GPN ini, bisa digunakan di seluruh mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), meski berbeda bank dan tidak dikenai biaya tambahan,” kata Herawanto.
Dijelaskan Herawanto, transaksi pada merchant tidak hanya memudahkan para pembeli, namun juga penjual. Para penjual tidak lagi harus mengoleksi banyak mesin pembayaran (EDC) dari berbagai bank yang berbeda.
Efisiensi terhadap kartu debit ini tak hanya mempermudah layanan. Tapi juga menjamin keamanan data nasabah setiap transaksi yang dilakukan. Kelebihan lain, proses transaksi terjadi langsung di dalam negeri.
“Jadi rupiah tidak harus mutar dulu ke luar negeri,” katanya.
GPN telah diluncurkan BI sejak Mei 2018. Salah satunya bertujuan untuk mendukung gerakan nasional non tunai. Kemudahan demi kemudahan ditawarkan agar masyarakat tergerak untuk bertransaksi non tunai.
Gubernur Kalsel yang diwakili Asisten Bidang Pembangunan, Siswansyah, mengatakan, mendukung penuh GPN ini. “Sebagai bagian dari Bangsa Indonesia, masyarakat Kalsel tentu akan berkontribusi besar terhadap kesuksesan GPN ini,” ujarnya. (emy/foto: deny yunus)