BANJARMASIN, banuapost.co.id– Hingga Kamis (4/6), jumlah kasus Covid-19 Kalsel mencapai 1.142 terkonfirmasi positif. Angka ini bertambah 109 kasus dari sehari sebelumnya yang terdata 1.033 kasus.
Tambahan 109 kasus baru hari ini, tak urung menempatkan Kalsel di urutan pertama terbanyak penambahan se-Indonesia. Dari tambahan kasus baru ini, Kota Banjarmasin penyumbang terbesar, yakni 103 kasus. Sisanya, Banjarbaru, Hulu Sungai Utara dan Tanah Bumbu.
Dari 103 kasus baru ini, 98 orang di antaranya merupakan hasil tracing petugas di lapangan. Sisanya pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Banjarmasin yang hasil uji swabnya juga dinyatakan positif.
“98 orang ini, merupakan warga yang mengikuti rapid tes massal di sejumlah pasar di Banjarmasin beberapa waktu lalu. Hasil rapid tesnya reaktif kemudian ikut uji swab. Hasilnya, 98 orang itu dinyatakan positif,” jelas Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kota Banjarmasin, Machli Riyadi.
Meski memicu penambahan kasus positif, Kota Banjarmasin tetap akan melaksanakan rapid dan swab massal. Alasannya, tracing atau pencarian ini salah satu upaya pemerintah melindungi masyarakat.
“Rapid dan swab massal akan terus kita lakukan,” tandas Machli.
Saat ditanya sampai kapan? Menurut Machli sampai masyarakat sadar akan bahaya Covid-19 ini. Karena bila masyarakat semakin sadar dan disiplin mematuhi protokol kesehatan, maka potensi penularan akan semakin kecil.
“Sebaliknya apabila protokol kesehatan tidak dipatuhi, maka potensi penularan akan terus terjadi,” imbuh Machli.
Terkait daya tampung rumah sakit atau tempat karantina khusus bila terus terjadi penambahan pasien positif, menurut Machli akan diarahkan dengan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Khususnya orang positif tapi tanpa gejala (OTG), kita arahkan isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan menerapkan protokol kesehatan,” ucap Kepala Dinas Kota Banjarmasin itu.
Selain itu untuk mereka yang isolasi mandiri, Machli meminta pengawasan dari warga sekitar agar yang bersangkutan disiplin melaksanakanya.
“Jika perlu, pengawasannya melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas,” tegas Machli.
Hingga saat ini, Kota Banjarmasin merupakan penyumbang terbanyak kasus Covid-19 di Kalsel. Dari 1.142 kasus, 580 di antaranya berasal dari Kota Banjarmasin.
Dari 580 itu, 477 pasien positif dalam perawatan di rumah sakit dan juga karantina khusus atau isolasi mandiri. Kemudian 25 orang sembuh dan 78 inna lillahi. (emy/foto: deny yunus)