PELAIHARI, banuapost.co.id– PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tanah Laut, menunjukkan pertumbuhan perkembangan permodalan cukup baik selama lima tahun terakhir.
Hingga akhir 2019, untuk pertama kalinya bisa mengumpulkan laba setelah pajak sebesar Rp 304 juta. Atas laba yang berhasil dikumpulkan ini otomatis mengurangi akumulasi kerugian yang dialami selama lima tahun terakhir. Sehingga tercatat sisa akumulasi kerugian sampai akhir 2019 sebesar Rp 1,2 miliar yang sebelumnya sebesar Rp 1,5 miliar.
Hal ini diungkapkan Direktur PT BPR, Suprapto dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Laporan Keuangan 2019, melalui video conference bersama pemegang saham utama, Bupati Tala H Sukamta, Pemprov Kalsel yang diwakili Kepala Biro Perekonomian, Ina Yuliani, serta Direktur Bank Kalsel Cabang Pelaihari, Anwari, di Ruang Barakat, Kamis (4/6).
Pihak pemegang saham utama Provinsi Kalsel mengapresiasinya capaian yang diraih PT BPR dan Bupati Tala yang berhasil melakukan pembinaan. Sehingga meraih prestasi yang luar biasa.
Ina juga mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan pemerintah daerah. Karena ada beberapa daerah yang kepala daerahnya kurang perhatian terhadap keberadaan BPR yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
“Ketika ditemukan BPR yang tidak sehat, responnya kadang lambat,” imbuhnya.
Sementara Bupati Tala H Sukamta, mengaku sudah mewajibkan kepada eselon setiap menerima Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk menyisihkan penghasilannya dengan menabung di BPR.
“Karena siapa yang akan membesarkan, kalau bukan kita-kita. Insya Allah, BPR Tala akan saya genjot sebaik mungkin. Karena saya ingin mematahkan mitos yang mengatakan, BUMD di bawah pemda itu selalu mengalami kerugian. Di bawah kepemimpinan saya, ingin saya buktikan BUMD bisa meraih keuntungan,” pungkasnya. (zkl/foto: ist)