BANJARBARU, banuapost.co.id– Kota Banjarmasin kembali mengambil alih dominasi penyumbang pasien yang terkonfirmasi positif terinfeksi vuris korona.
Dari 69 kasus baru yang tercatat hari ini, Kamis (11/6), hingga Covid-19 Kalsel ‘bengkak’ menjadi 1.634 kasus, kota yang sempat berseri-seri, setidaknya 3 kali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), menyumbang 32 orang.
Dengan tambahan 32 pasien positif korona itu, Ibu Kota Provinsi Kalsel ini ‘kian’ nyaman di puncak sebaran dengan 775 kasus. 650 masih dalam perawatan, baik di RS rujukan, isolasi maupun karantina mandiri. 37 di antaranya sembut, dan 88 orang inna lillahi.
Berdasarkan data yang dirilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (TGTP2) Covid19 Kalsel, selain tambahan dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Tapin juga berandil dengan 14 kasus.
Disusul Kabupaten Tabalong 9 orang, HSS dan Tanah Laut, masing-masing 3 orang. Kemudian Kotabaru, Tanah Bumbu dan Banjarbaru, masing-masing 1 kasus.
Tapin dengan tambahan 14 kasus, menyebabkan jumlah pasien positif kabupaten tersebut terakumulasi menjadi 63 kasus. 56 di antaranya dalam perawatan, 6 sembuh, dan 1 orang meninggal dunia.
Sementara Kabupaten Tabalong dangan tambahan kasus baru sebanyak 9 orang, terakumlasi menjadi 18 kasus. 12 masih dalam perawatan, dan 6 orang sembuh.

Sedang HSS yang menyumbang 3 orang, terakumlasi menjadi 28 kasus. 22 di antaranya dirawat, 5 sembuh dan 1 meninggal dunia.
Begitupun dengan Tanah laut yang menyumbang 3 orang, terakumulasi menjadi 129 kasus. 108 di antaranya dalam perawatan, 19 sembuh, dan 2 meninggal dunia.
Dari 1.634 kasus di Kalsel ini, sebanyak 1.357 merupakan pasien positif yang dirawat di sejumlah rumah sakit dan karantina khusus atau isolasi mandiri.
Kemudian 165 orang sembuh. Atau bertambah 34 orang yang sembuh dari sehari sebelumnya. Selanjutnya ada tiga pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia.
Sementara PDP di Kalsel, sebanyak 237 orang diawasi, dan ODP sebanyak 836 orang yang dipantau. (emy/foto: ist)