BANJARMASIN, banuapost.co.id– Fenomena gerhana matahari cincin, kembali terjadi dan melintasi beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, Minggu (21/6) sore.
Seiring dengan fenomena alam tahunan tersebut, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel pun menggelar salat gerhana matahari di Masjid Raya Sabilal Muhtadin.
Menurut Kakanwil Kemenag Kalsel, Noor Fahmi, masyarakat di Bumi Lambung Mangkurat dapat mengamati gerhana matahari dengan sejumlah makna, salah satunya memperbanyak istighfar.
“Kita harap masyarakat memperbanyak istighfar, takbir dan sedekah,” ujar Fahmi.
Selain itu Fahmi juga berharap, dengan pelaksanaan salat gerhana, kondisi pandemi covid-19 yang masih terjadi, segara berakhir.
“Semoga wabah korona ini segera berakhir. Mereka yang masih terbaring sakit akibat korona, segera disembuhkan Allah SWT,” imbuh Fahmi.
Doa yang sama juga diucapkan seorang jamaah, Achmad Jaderi. Warga Banjarmasin ini mengaku ikut salat gerhana sebagai bentuk mengagumi kuasa Allah SWT.
“Saya dapat informasi dari media sosial. Karena ini sebuah kebesaran Allah SWT, saya memutuskan ikut salat,” ujarnya.
Pantauan di lapangan, pelaksanaan salat gerhana mengikuti protokol kesehatan. Jamaah yang ikut salat, diminta berwudhu dari rumah dan membawa sajadah sendiri.
Kemudian, saat memasuki masjid raya, petugas memeriksa suhu tubuh jamaah. Baik laki-laki maupun perempuan, tak terkecuali anak – anak. Saat pelaksanaan salat yang diawal Salar Azhar, jamaah diminta jaga jarak sesuai pengaturan shaf.
Fenomena alam ini terjadi pada pukul 16:25 Wita, dan berakhir 17:11 Wita. Namun karena cuaca sedang mendung dan langit seluruh wilayah ditutupi awan, gerhana matahari cincin pun tidak terlihat. (emy/foto: deny yunus)