PELAIHARI,banuapost.co.id– Sedikitnya 150 hektare sawah siap panen di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut, terendam akibat luapan Sungai Asam Asam.
Kawasan bantaran Sungai Asam Asam rata bagaikan danau dengan kedalaman bervariasi. Dari satu sampai dua meter, sehingga banyak padi yang tidak terlihat lagi. Hanya sedikit yang terlihat, bulir padinya di permukaan air.
Warga mengaku, sebagian besar padi sudah menguning dan siap dipanen dalam dua hari ke depan. Namun sebelum dipanen, air dari kawasan pegunungan membanjiri pemukiman dan sawah.
Dari tiga lokasi pertanian, seperti Pulau Jingah, Pulau Pantung dan Danau Nipah, sedikitnya ada 150 hektare sawah yang padinya sudah mulai menguning.
Kalau air cepat surut, warga masih memiliki harapan padinya dapat dipanen. Namun kalau terendam sampai satu minggu, dipastikan padi sudah rusak. Dengan luasan sampai 150 hektare, diperkirakan petani Asam-Asam Kampung akan kehilangan penghasilan 180 ton gabah.
Ahmad, warga RT 7 Asam Asam Kampung, mengaku sempat memanen padinya, namun hanya sebagian. Hampir dua pertiga dari satu hektare lahan yang terendam, padinya belum sempat dipanen.
“Kemarin saya sempat memanen, rencananya hari ini (Minggu atau Senin) akan dilanjutkan lagi,” kata Ahmad.
Dia mengaku masih lebih beruntung. Karena ada tetangganya yang sama-sekali belum sempat memanen padinya. “Tetangga kami seharusnya akan melakukan panen pada Selasa depan, sayangnya banjir datang,” imbuh Ahmad.
Kepala Desa Asam Asam, Abdul Muhid, membenarkan ada seratus hektrare lebih lahan warga yang siap panen yang ikut terendam dalam musibah banjir kali ini.
Selain di Kecamatan Jorong, banjir di Kecamatan Kintap juga menenggelamkan puluhan hektare lahan petani yang padinya siap untuk di panen, salah satunya di kawasan RT 9 Desa Kintapura.
“Ia di kiri dan kanan bantaran sungai di belakang pemukiman, merupakan kawasan pertanian. Seratus hektare lebih jumlahnya,” kata kades, Minggu (21/6) sore. (zkl/foto: zul yunus)