SAMPIT, banuapost.co.id– Jembatan lintas antar Kabupaten Kotim – Seruyan, yang ambrol beberapa waktu lalu, mendapat prioritas perbaikan Dinas PUPR Kalteng.
Jembatan yang berusia 30 tahun di Desa Sei Ijum Raya, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan(MHS) yang ambrol badan jalannya, dan jembatan di Desa Basawang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotim, yang miring, langsung ditangani.
“Ada dua jembatan yang sedang kita kerjakan. Ambrolnya badan jalan jembatan di Desa Sei Ijum Raya dan miringnya pondasi jembatan di Desa Basawang.” ujar mandor yang biasa disapa Pak Nur, kemarin.
Menurutnya, jembatan yang dibangun dengan box culvert ganda di dua desa itu, dikerjakan secara bersamaan. Diselesaikan bagian yang ambrol agar pengguna jalan umum antar kabupaten tidak terganggu.
Para pekerja proyek dari provinsi, selesai mengerjakan di Desa Sei Ijum Raya melanjutkan ke jembatan yang miring di Desa Basawang.
“Untuk pengerjaan box culvert yang sama, perkiraan epektifnya selesai sekitar dua bulan,” kata Pak Nur.
Sejak Jumat (3/7), pekerja proyek box culvert memulai pekerjaan dengan membongkar separo jembatan serta membuat dinding tabat air di tengah anak sungai.
“Karena sudah mulai dikerjakan, kami mengingatkan masyarakat pengguna jalan yang melewati, agar lebih berhati-hati demi keselamatan bersama,” imbau Kades Basawang, Misdar.
Pelaksanaan pembangunan proyek dari provinsi itu, memasang baleho pemberitahuan peringatan bagi pengendara agar berhati-hati dan pelan-pelan, karena hanya menggunakan satu jalur. (um/foto: ist)