BANJARBARU, banuapost.co.id– Meski telah menerapkan protokol kesehatan sejak pandemi Covid 19, tak menjamin bebas dari ancaman virus korona. Seperti dialami jajaran Badan Perencaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan.
“Hasil swab pada 30 Juli 2020, dari 120 orang, sebanyak 28 pegawai dinyatakan positif. Kemudian, saat uji swab 1 Agustus 2020, bertambah lagi satu orang positif. Sebelumnya, tiga orang yang positif, satu di antaranya meninggal dunia, Sekretaris Bappeda Hadi Purwanto,” jelas Kepala Bappeda Kalsel, Fajar Desira kepala wartawan melalui siaran pers meeting zoom Rabu (5/8).
Dari seluruh yang terpapar itu, lanjut Fajar, dua orang telah dinyatakan sembuh. Sedang 25 lainnya kini menjalani karantina di BPSDMD Kalsel di Banjarbaru. Sementara 3 orang yang memiliki penyakit bawaan, menjalani isolasi di RSUD Ulin Banjarmasin.
“Karena tiga orang ini punya penyakit bawaan yang cukup berisiko. Seperti hipertensi diabetes dan lain-lain. Sehingga ke-3-nya kita kirim ke RSUD Ulin untuk perawatan intensif, kendati beliau-beliau ini tanpa gejala,” ujar Fajar.
Kemudian, upaya tracing juga dilakukan terutama pada kontak erat. Tercatat hingga kini, ada tujuh orang terkonfirmasi positif Covid-19 yang merupakan kontak dari pegawai Bappeda Kalsel ini.
“Seperti orang tua, istri dan adik dari pegawai itu. Mereka langsung kita karantina di Banjarbaru dan Banjarmasin,” imbuh Fajar.
Meski banyak pegawainya terinfeksi, Fajar memastikan pelayanan di kantro tetap berjalan normal. Namun terus mendisiplinkan protokol kesehatan untuk mencegah kembali terjadinya penularan. (emy/foto: ist)