TANJUNG, banuapost.co.id– Puluhan nisan bertulisan nama syech dan habib asal Makkah, Madinah, Yaman dan Irak di kawasan Harung, Kelurahan Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Tabalong, dihancurkan.
Penghancuran 48 nisan syech dan habib, dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Anshor Kabupaten Tabalong, dipimpin Habib Muhammad Bagir Al Habsy, Rabu (5/8).
Menurut Habib Muhammad Bagir Al Habsy yang merupakan Pimpinan Majelis Daruk Ukhuwah Permata ini, makam palsu ini kalau dibiarkan tentu akan merugikan kaum muslimin.
“Kita sudah mendatangi pembuat nisan dari makam-makam ini, yang mengaku mendapat gaib yang tidak jelas,” ucap Habib Muhammad Bagir.
Karena itu dipastikan, semua nisan yang terbuat dari keramik yang bertuliskan nama syech atau habib ini bukan kuburan asli alias palsu.
Di areal pemakaman itu sendiri, menurut Habib Muhammad Bagir, memang ada terdapat kuburan asli, yakni kuburan masyarakat dan kuburan Datu Harung.
Namun tidak ada makam atau kuburan yang berasal dari tanah kelahiran Rasulullah SAW dan negara Arab lainnya.
“Jadi nisan keramik yang bernamakan syech atau habib ini, bukan makam asli karena semuanya datang dari kegaiban,” tegasnya.
Orang yang membuat puluhan nisan ini pun, lanjut Habib Muhammad Bagir, telah membuat surat pernyataan dan mengakui membuat nama pada makam-makam berawal dari bisikan gaib.
“Kita juga sudah minta izin pada kepolisian, camat, MUI dan Alhamdulillah mereka mendukung. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini,” imbuhnya.
Penghancuran bukan ingin merugikan seseorang. Tetapi karena dengan adanya makam palsu seperti ini, akan merugikan kaum muslimim.
“Apabila ada kejadian yang seperti ini lagi, kami siap menghilangkan kesyrikan di muka bumi ini,” tegasnya. (sal/foto: ist)