MARTAPURA, banuapost.co.id– Ditutupnya Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam sejak lima bulan lalu akibat pendemi Covid-19, pedagang rakyatnya terancam tambah miskin.
Padahal sebelum ditutupnya salah satu obyek wisata di wilayah Kabupaten Banjar ini, penduduk sekitar memanfaatkan keberadaanya untuk menambah pendapatan dari kedatangan wisatawan.
“Meski bukan wisatawan asing yang datang, setidaknya dari yang lokal kami masih mendapatkan hasil dari menjual minuman dan gorengan,” ujar Junaidi, salah satu pemilik warung di kawasan itu, Ahad (23/8).
Keluh kesah pemilik warung minum ini sangat beralasan. Pasalnya selama Tahura masih dibuka untuk umum, hasil yang diperoleh lumayan guna mengasapi dapur.
“Meski ramainya seminggu sekali atau di hari libur, hasilnya masih bisa dirasakan keluarga. Nah kalau sekarang, penduduk sekitar yang berjualan sudah banyak yang tutup, yang ada pun tak sedikit taungutan,” ujar Junaidi.
Hal senada juga diungkapkan Rusidah, pemilik warung lainnya. “Mudah-mudahan ai dibuka capat. Amun kami ini sekadar gasan makan haja,” imbuhnya dengan logat hulu sungai yang kental.
Rusidah mengaku heran kenapa Tahura ditutup begitu lama. Sementara obyek wisata lain di sekitarnya, seperti Gunung Mawar, Waduk Riam Kanan dan Kiram Park, sudah dibuka seperti sedia kala.
“Aneh ai parasaku. Imbah apa bedanya Tahura awan Kiram, Waduk Riam Kanan wan Gunung Mawar, sama-sama gasan wadah basantai,” katanya.
Sementara pelaksana tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Fathima Tuzzahra, yang diminta konfirmasinya melalui pesan WhatApps (WA), membenarkan masih ditutupnya salah satu obyek wisata di kawasan Mandiangin itu.
“Selain masih pandemi Covid-19, penutupan Tahura karena bersamaan dengan musim kemarau. Jadi selain untuk mengatisipasi penularan virus korona, juga untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” jelasnya.
Namun demikian, sambung Fathima, sewaktu-waktu Tahura bisa dibuka kembali asalkan proyokol kesehatan diberlakukan secara ketat.
“Tentunya agar tidak ada lagi jatuh korban akibat Covid-19,” tandasnya. (b2n/foto: ist)