JAKARTA, banuapost.co.id– Presiden Joko Widodo mengingatkan akan munculnya tiga klaster Covid-19, termasuk di pilkada, Desember mendatang.
“Ini perlu saya sampaikan. Hati-hati yang namanya klaster kantor. Kedua, klaster keluarga. Terakhir juga klaster pilkada. Hati-hati, ini agar selalu diingatkan,” ucap Kepala Negara dalam Sidang Kabinet Paripurna mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi 2021 di Istana Negara, Senin (7/9).
Menurut presiden, banyak orang yang justru merasa aman ketika selesai beraktivitas dan kembali ke dalam rumah. Demikian halnya dengan ketika telah sampai ke dalam kantor maupun pabrik selepas perjalanan dari rumah.
Padahal di manapun berada, terdapat protokol kesehatan dan kebiasaan baru yang harus tetap diperhatikan dan dilakukan dengan ketat.
“Selalu kita kejar-kejar adalah tempat-tempat umum. Tapi lupa sekarang kita harus hati-hati di klaster-klaster tadi yang saya sampaikan, klaster keluarga, karena kita sampai di rumah sudah merasa aman, justru di situlah yang kita harus hati-hati. Dalam perjalanan, masuk kantor, kita juga merasa aman sehingga kita lupa di dalam kantor protokol kesehatan,” jelas presiden.
Selain itu, Kepala Negara juga meminta jajarannya untuk menyikapi dan mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19 dari potensi klaster pilkada serentak mendatang. Bahkan meminta tindakan tegas yang harus diberikan terkait hal tersebut.
“Saya minta, ini Pak Mendagri, urusan yang berkaitan dengan klaster pilkada ini betul-betul ditegasi. Polri juga berikan ketegasan mengenai ini, aturan main di pilkada. Karena jelas di PKPU-nya (Peraturan KPU) sudah jelas sekali. Jadi saya kira nanti agar betul-betul ini diberikan peringatan keras,” tandasnya.
Sebelumnya presiden menegaskan, fokus utama pemerintah dalam penanganan pandemi, tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Penanganan di sektor kesehatan yang baik, menjadi kunci agar penanganan ekonomi berjalan beriringan dengan baik. Artinya fokus kita tetap nomor satu, kesehatan,” katanya.
Untuk itu, Kepala Negara memerintahkan jajarannya untuk benar-benar berfokus pada upaya penanganan pandemi Covid-19. Sebab dari penanganan pandemi yang baik, kegiatan perekonomian pun juga akan pulih mengikuti.
Terakhir, Kepala Negara juga sekali lagi menekankan pentingnya rem dan gas yang perlu dilakukan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
“Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan Covid, ini belum tertangani dengan baik kita sudah me-restart di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya,” imbuhnya. (yb/din/foto: lukas)