BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bank Kalsel menargetkan diri menjadi Bank Devisa, seiring dengan ditetapkannya Bank Pembangunan Daerah ini sebagai bank ‘sehat’ dengan meraih level Peringkat Komposit 2 (PK-2), dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Artinya jika sudah berkinerja ‘sehat’, maka bisa melakukan rencana pengembangan. Sselain menjadi bank devisa, juga sudah bisa menangani ekspor-impor batubara.
”Insyaallah, semua jajaran manajemen akan berupaya dan terus meningkatan kinerja. Sehingga bisa mencapai target menjadi bank devisa”, ujar Direktur Utama, Bank Kalsel, Agus Syabarrudin, usai rapat kerja dengan Komisi II DPRD Kalsel, Rabu (9/9) petang.
Untuk bisa mencapai target sebagai bank devisa, sambung Agus, harus meraih status PK-2 berturut-turut sebanyak tiga kali dalam 18 bulan.
Karena itu, menurut Agus, Bank Kalsel masih butuh proses mewujudkan impian untuk membangkitkan perekonomian masyarakat, di antaranya harus menyandang predikat PK-2 tiga kali berturut-turun dalam rentang waktu 18 bulan.
Menurut Agus, keuntungan sebagai bank devisa tentunya akan dapat melanyani transaksi investor yang melakukan investasi dari berbagai negara tanpa batas. Hal itu selaras dengan 13 kabupaten/kota di Kalsel yang memiliki sember daya alam cukup besar.
Sementara Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, mengapresiasi kinerja bank daerah yang sahamnya dimiliki pemerintah provinsi serta kabupaten/kota, menunjukan peningkatan.
”Komisi II menilai positif kinerja Bank Kalsel, dan akan terus mendorong melalui regulasi untuk lebih meningkat lagi,” imbuh Imam. (yb/kp/foto: ipik)