PELAIHARI, banuapost.co.id– Tiga titik api muncul di Kabupaten Tanah Laut, Senin (14/9). Heli Water boombing dikerahkan memadamkan, karena lokasinya jauh dari jangkauan Satgas Harhutla darat.
Titik api pertama muncul sekitar pukul 12:30 Wita di kawasan Desa Panggung, Kecamatan Pelaihari. Api berhasil dipadamkan dengan water booming, dan luas lahan yang terbakar sekitar 0,5 hektare.
Pukul 13:30 Wita, giliran muncul di Desa Kuala Tambangan, Kecamatan Takisung. Hingga melalap lahan seluas kisaran 1 ha. Jenis lahan yang terbakar vegetasi semak belukar.
Pada pukul 15:10 Wita, terjadi kebakaran lahan di Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, dengan luasan sekitar 2,5 hektare. Api juga dipadamkan Satgas udara BNPB.
Kepala Pelaksana BPBD Tala, M Kusri, membenarkan adanya kebakaran lahan di tiga titik dan semuanya dipadamkan Satgas Udara BNPB, karena lokasinya jauh dari jangkauan armada darat satgas.
“Tiga lokasinya jauh dari jangkauan armada darat, sehingga pemadaman hanya dilakukan melalui udara oleh Satgas Udara BNPB,” jelas M Kusri saat dikonfirmasi Senin (14/9).
Menurut M Kusri, armada darat akan bekerja kalau titik apa berada dalam jangkauan, seperti yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Kalaksa BPBD Tala itu menambahkan, untuk menanggulangi Karhutla Pemkab Tala membangun empat Posko. Masing di Kecamatan Bumi Makmur, Tambang Ulang, Kintap dan Posko induk di Kantor BPBD Tala.
Dengan tambahan tiga titik api tersebut, tercatat sudah 20 kali kebakaran lahan yang terjadi di Tala dengan luasan 35,7 hektare lahan yang terbakar. (zkl/foto: ist)