BATULICIN, banuapost.co.id– Meski di tengah kesibukan mempersiapkan diri dalam perebutan kursi 2 Kabupaten Tanah Bumbu, Desember mendatang, HM Rusli masih menyempatkan diri ada di antara warga Bumi Bersujud yang menderita.
Satu per satu cerita menyedihkan warga mengemuka setiap kali ia melaksanakan kampanye dialogis dari desa ke desa.
Mantan Camat Mentewe ini, acap kali menerima laporan masih terdapat masyarakat hidup di bawah kemiskinan, dengan riwayat penyakit komplikasi berat. Sehingga mereka kesulitan berobat akibat ketiadaan biaya.
Seperti yang ditemukan kakak pengusaha kondang Tanah Bumbu, H Isam atau HI, Kamis (22/10), di sela kegiatan kampanye di Kecamatan Mentewe.
Dua warga menderita sakit berat hingga bertahun-tahun, dan belum ada tanda-tanda kesembuhan. Seorang wanita paruh baya, Iyem (60), warga Desa Sido Mulyo, hanya bisa tergolek dipembaringannya selama 20 tahun.
Ny Iyem tak bisa bangun karena menderita lumpuh sejak usia 40 tahun. Ironisnya tak hanya kaki yang tak bisa bergerak, nyaris semua panca inderanya pun terganggu akibat kelumpuhannya itu.
Cerita tentang wanita ini, tak urung membuat HM Rusli terenyuh. Sehingga langsung menyabangi kediaman Ny Iyem.
Slamet (80), sang suami, mengaku selama istrinya sakit, terpaksa merawatnya sendiri. Sehingga tak bisa lagi mencari nafkah. Untuk kebutuhan makan dan lainnya, ditanggung anak-anaknya yang sudah berkeluarga.
“Sudah 20 tahun pak kondisi istri saya seperti ini. Ia mengalami lumpuh total, tak bisa berjalan dan hanya bisa rebahan di tempat tidur,” jelas Slamet.
Slamet sangat berharap istrinya sembuh, karena tak tega melihat penderitaannya, dan meminta HM Rusli mendoakan bisa segera sembuh.
Permintaannya langsung direspon HM Rusli. Selain memanjatkan doa untuk kesembuhan Ny Iyem, cawabup nomor urut 3 ini juga memberikan santunan untuk sedikit meringankan beban hidup.
“Saya doakan ibu Iyem cepat sembuh, sehingga bisa kembali menjalani kehidupan normal bersama keluarga,” kata HM Rusli.
Dihari yang sama, HM Rusli juga menjenguk warga lainnya yang bermukim di Desa Rejo Sari, Kecamatan Mentewe. Di desa ini, Ny Ratih (54), juga tak kalah menyedihkan kondisinya.
Di tengah kehidupannya yang kurang beruntung, ia harus berjuang melawan penyakit komplikasi yang dideritanya dalam 2 tahun terakhir. Kakinya mengalami pembengkakan akibat efek penyakit diabet yang dialami.
Meski sudah pernah menjalani operasi, pembusukan di kakinya tak kunjung pulih. Parahnya akibat komplikasi penyakit, indera pendengaran dan penglihatannya sudah tak normal lagi.
Di depan cawabup, wanita paruh baya yang akrab dipanggil Mak Ti oleh cucu-cucunya ini, hanya bisa berbagi tangis. Selain karena sakit, selama itu juga tak bisa membantu suaminya, Dimun (61), mencari nafkah. Pasalnya sang suami hanya buruh serabutan.
“Saya pengen sembuh pak, biar bisa bantu suami. Sedih kalo hanya diam seperti ini,” katanya berlinang air mata.
Rasa haru dan prihatin menyelimuti perasaan pasangan cubup Zairullah Azhar ini. Begitu mendengar kisah Mak Ti, ia pun mendoakan agar nenek 2 cucu ini bisa segera sembuh kembali.
Bahkan HM Rusli menyarankan agar keluarga membawanya ke puskesmas untuk meminta rujukan perawatan ke rumah sakit. Sehingga bisa mendapatkan pengobatan intensif.
Seperti juga di rumah Ny Iyem, guna meringankan beban Mak Ti dan suaminya, HM Rusli menyerahkan bantuan.
“Semoga doa saya untuk kesembuhan ibu terkabul. Tapi yang utama, ibu harus mau berobat lagi, biar cepat pulih ya,” ucap HM Rusli, seraya menambahkan ke depan tak akan ada lagi warga yang menderita penyakit bertahuun-tahun melalui program kesehatan gratis didanai APBD.
Doa kesembuhan dan donasi yang diberikan HM Rusli kepada kedua warga Kecamatan Mentewe, mendapatkan apresiasi pihak keluarga dan warga setempat. (emy/foto: ist)