BANJARBARU, banuapost.co.id– Selama pandemi virus korona sejak medio Maret lalu, warga yang kena gangguan jiwa meningkat dratis.
Soal meningkatnya gangguan kejiwaan ini dikemukakan Dirut Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum, dr. H. IBG Dharma Putra, MKM, saat ditemui, Senin (26/10).
Meski demikian, soal pasien yang dirawat di RSJ Sambang Lihum, tidak ada peningkatan yang terlalu signifikan.
“Intensitas perawatan di 2019 dengan 2020 masih tetap diangka 83-85 persen dengan kisaran per pasien sekitar 25 hari perawatan,” jelasnya.
Menurut Dharma, peningkatan gangguan jiwa salah satunya akibat masyarakat sulit untuk bertahan di dalam rumah. Sehingga mengakibatkan stress.
“Karena itu semua orang harus membiasakan diri dengan kebiasaan baru, seperti WFH, belajar di rumah, jaga jarak, dan lain sebagainya. Tentu saja orang yang terbiasa keluar akan jenuh, sehingga cenderung depresi, bahkan frustasi,” jelasnya.
Orang depresi, sambung Dharma, keluhannya sama seperti penyakit pada umumnya. Sakit kepala, mual, muntah, maag. Namun peningkatan gangguan kejiwaan ini terjadi secara teoritis, tidak secara praktik.
Oleh sebab itu untuk menghindari depresi, menurut dr Dharma memberikan tips, jaga kesehatan mental tetap sehat meski sedang berada dimasa pandemi sekarang ini.
“Ada dua hal yang bisa kita lakukan selama pandemi agar kesehatan mental tetap terjaga. Pertama jangan menganggap cuman kita yang punya masalah hidup. Karena hadirnya pandemi ini masalah kita semua,” ucap dr Dharma.
Kedua, lanjutnya, pandemi pasti akan berlalu. Karena pandemi penyakit ini bukan hal yang abadi. (oie/foto: olivia)