BATULICIN, banuapost.co.id– Pilkada dimana pun digelarnya, berasaskan langsung, umum, bebas dan rahasia (luber). Artinya rakyat sebagai pemilih, bebas memilih calon yang disukai. Bukan karena iming-iming, apalagi dengan imbalan rupiah alias uang bin duit.
“Oleh sebab itu kalau ada yang datang, entah itu Ketua RT, Kepala Desa atau pihak manapun yang memberi duit, tapi pian kada memintanya, ambil duitnya,” ujar Mardani H Maming, Ketua Tim Pemenangan paslon nomor urut 01, Syaruddin H Maming-M Alpiya Rakhman (SHM-MAR) dalam pilkada Tanah Bumbu, 9 Desember mendatang.
Wanti-wanti sekaligus menyuruh ambil rezeki itu, dikemukakan mantan Bupati Tanbu dua periode ini ketika kampanye dialogis Desa Pagaruyung, Kecamatan Kusan Hilir, Ahad (1/11).
“Tapi dalam bilik suara, terserah siapa yang dipilih. Karena hanya pian yang tahu,” imbuh Ketua Umum BPP HIPMI yang juga adik SHM ini.
Meski demikian, MHM, abreviasi Mardani H Maming, mengingatkan warga Tanah Bumbu agar jangan mau menggadaikan harga diri hanya senilai Rp 150 ribu.
Menurut MHM, paslon nomor urut 01 memiliki program merakyat. Satu di antaranya pengobatan gratis hanya dengan KTP.
“Oleh sebab itu, jangan sampai warga menukarkan program pengobatan gratis hanya karena Rp 150 ribu. Pian akan rugi. Pasangan nomor 01, SHM-MAR menang, saya menjamin program gratis berobat hanya dengan KTP akan terealisasi,” tandas Mardani.
Pemilik holding company PT Batulicin 69 dan Maming 69 dengan puluhan entitas di berbagai bidang usaha ini, kembali mengingatkan warga agar tidak merasa takut dengan penempelan stiker paslon tertentu di rumah-rumah.
“Sekali lagi, pilkada berlangsung umum, bebas dan rahasia. Jadi tidak ada yang tahu siapa yang dipilih ketika dalam bilik, selain pian dan Tuhan,” tandas Mardani. (yb/*/foto: ist)