BATULICIN, banuapost.co.id– Tak selamanya stigma kaum milenial lebih memilih calon pemimpin dari kalangannya sendiri, yakni generasi muda. Mereka yang cerdas tentu berpandangan ke depan yang bekaitan erat dengan karakteristik wilayah, kesejahteraan dan kemakmuran masyarakatnya.
Jadi jangan kaget, banyak di antara milenial ini lebih memilih paslon Bupati dan Wakil Bupati dr HM Zairullah Azhar-HM Rusli (ZR) di banding calon lain yang usianya jauh lebih muda.
Bahkan alasannya pun sangat sederhana. Bumi Bersujud harus dikelola pemimpin yang sudah berpengalaman, berkarakter dan kuat.
“Tanah Bumbu ini istimewa. Butuh pemimpin cerdas, perpengalaman, relegius dan visioner,” kata Zubai, milenial asal Batulicin, Rabu (4/11).
Selain itu, sambung Zubai, harus ahli di bidangnya, peduli terhadap masyarakat dan sederhana. Kriteria itu ada pada ketiga paslon dengan kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Namun ZR, abreviasi dr HM Zairullah Azhar-HM Rusli, lebih pas.
“Walaupun pasangan ZR itu sudah berumur, tapi jiwa mereka masih muda. Bersemangat seperti anak muda. Itu sebabnya saya memilih beliau,” jelas Zubai terang-terangan, sembari menggelengkan kepala saat ditanya stigma milenial lebih cendrung ke figur muda.
Sementara Dahlia, milenial Simpang Empat, lebih respek kepada Zairullah meski sudah berumur. Karena selama menjabat sebagai bupati periode pertama, sudah membuktikan karya-karya berupa pembangunan dan torehan beragam prestasi.
“Saya berpikiran buat apa memilih yang muda kalau cuma coba-coba. Lebih baik memilih yang tua, tapi sudah nyata berpengalaman. Jadi jangan diragukan lagi kepemimpinannya untuk masa depan yang lebih jaya,” ucapnya.
Sebagai generasi muda yang masih belajar mencari jati diri dan berusaha mandiri, keduanya sangat berharap nantinya jika paslon ZR terpilih, bisa menyiapkan lapangan pekerjaan.
Alasannya, saat ini banyak lulusan sekolah maupun penyandang sarjana, belum berkesempatan bekerja, termasuk mereka berdua.
“Selain itu saya sangat menginginkan ZR mampu mengembalikan masa kejayaan yang pernah dirasakan kabupaten ini 10 tahun lalu,” imbuhnya.
Mengapa harus Zairullah dan Rusli menjadi tumpuan harapan mengembalikan masa keemasan Bumi Bersujud?
“Karena Pak Zairullah itu bukan sekadar janji. Tapi sudah pernah membuktikan. Salah satu bukti konkretnya, keberadaan Istana Anak Yatim,” jawab Zubai.
Seperti tak mau kalah, Dahlia pun mencontohkan apa yang sudah ditoreh dr HM Zairullah. Seperti kantor bupati, gedung DPRD, lingkungan perkantoran, rumah sakit dan juga megahnya Masjid Agung di Gunung Tinggi, Batulicin.
Yakin dengan masa depan Tanbu, keduanya mengajak milenial lainnya agar rasional dalam menentukan pilihan. Pasalnya yang dibutuhkan Bumi Bersujud, figur panutan yang mampu membawa kemajuan dan kemakmuran. (emy/*/foto: ist)