BANJARMASIN, banuapost.co.id– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan perbankan Kalsel menyediakan platform digital banuamenabung.com.
Aplikasi ini menjembatani kebutuhan antara pelajar dengan perbankan yang ingin membuka rekening atau menabung.
“Melalui platform digital, pelajar di Kalsel dapat mengajukan secara online layanan pembukaan rekening atau menabung produk tabungan segmen pelajar,” jelas Kepala OJK Regional IX Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim, pada peluncuran di Gedung Mahligai Pancasila, Senin (9/11).
Platform digital, sambung Riza, seperti SimPel, SiMuda, maupun produk eksisting tabungan segmen pelajar yang dimiliki masing-masing bank.
Situs banuamenabung.com sudah bisa diakses pelajar dan pihak sekolah sejak 19 Oktober lalu. Bahkan dalam rangka pengenalan kepada pelaja, hingga 10 November disediakan tambahan setoran awal sebesar Rp 40.000 bagi 1.300 pelajar atau mahasiswa Kalsel yang mengajukan layanan pembukaan rekening khusus produk SimPel atau SiMuda pada bank yang dipilih.
“Tambahan setoran awal ini dipersembahkan OJK, Bank Kalsel, Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN. Karena itu, kKami mengundang seluruh stakeholder terkait untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini,” kata Riza.
Sebagaimana statistik 2019, menurut Riza, secara nasional jumlah pelajar 55,7 juta atau 20,86 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Sedang jumlah pelajar di Kalsel 742 ribu lebih atau 16,88 persen dari total jumlah penduduknya.
“Jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi pelajar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Sehingga dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi,” ujar Riza Aulia.
Selain itu, sambung Riza, simpanan segmen pelajar memiliki karakteristik arus masuk dana yang konsisten, dengan arus keluar dana yang relatif rendah. Kebanyakan, pelajar baru akan mengambil simpanan apabila naik kelas atau terdapat kebutuhan yang berkaitan dengan pendidikannya.
“Karakteristik ini dinilai cocok sebagai alternatif pendanaan dan penguatan likuiditas jangka menengah bagi perbankan, yang kemudian dapat disalurkan dalam bentuk kredit kepada sektor usaha riil terutama UMKM,” imbuhnya.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam mengakselerasi program KEJAR, gubernur dan sebagian besar bupati dan wali kota di Kalsel, telah menerbitkan Surat Edaran kepada seluruh segmen sekolah/perguruan tinggi untuk mendorong peningkatan kepesertaan dalam memiliki rekening tabungan.
“Sejauh ini sudah ada 6 kabupeten/kota yang mengeluarkan SE, yaitu Tabalong, Tanah Laut, HSS, HSU, Kotabaru, dan Banjarmasin,” ucap Riza. (oie/foto: olivia)