BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pemanggilan wartawan oleh Bawaslu Kalsel untuk dijadikan saksi dalam dugaan pelanggaran pilkada, beberapa waktu lalu, menjadi sorotan anggota Dewan Kehormatan Pengawas Pemilu (DKPP) RI, Didik Supriyanto.
“Kalau ada pemanggilan wartawan untuk dijadikan saksi seperti itu lagi, tidak usah dihadiri,” tegas Didik saat menjadi pembicara Ngetren Media: Ngobrol Etika Penyelenggara Pemilu dan Media di salah satu hotel, Senin (23/11).
Menurut Didik yang lama bergelut di dunia jurnalistik, meski setiap warga negara bisa dijadikan saksi dalam sebuah perkara, tidak halnya seorang wartawan untuk produk jurnalistik yang dibuatnya.
Aturan agar tidak menjadi wartawan sebagai saksi, tidak hanya bagi penyelenggara pemilu, seperti Bawaslu atau KPU. Tapi juga aparat penegak, Polri dan jaksa. Karena sudah ada MoU antara Dewan Pers dengan Kapolri terkait hal ini.
“Sebuah berita bisa saja dijadikan alat bukti untuk sebuah perkara. Tapi tidak halnya si wartawan untuk dijadikan saksi. Kalau berita mau dijadikan alat bukti, itu urusan penyidik dalam perkara itu. Bukan lagi urusan si wartawan,” tandasnya.
Meski demikian, lanjut Didik, kalau ada pihak yang hanya sebatas mengklarifikasi berita itu merupakan tulisan dari si wartawan, maka boleh saja.
“Kalau cuma ditanya apakah berita itu memang si wartawan yang menulis, atau berita itu terbit di media wartawan tersebut, boleh saja. Tapi tidak lebih dari itu. Kalau ditanya macam-macam, tidak perlu dijawab,” jelas Didik.
Bahkan untuk menjawab klarifikasi, sambung Didik, bukan tanggung jawab wartawan atau reporter. Karena berita yang sudah dipublikasikan menjadi tanggung jawab atasan si wartawan, seperti Pimpinan Redaksi. Kemudian, jawaban dari media, bisa dilakukan tertulis tanpa harus hadir.
Terkait soal panggil memanggil ini, ditegaskan Didik, DKPP RI akan mengingatkan jajaran Bawaslu di seluruh provinsi agar tidak terjadi kejadian serupa.
“Bawaslu dan KPU harus mengerti betul hak dan kewajiban serta peran jurnalis sebagaimana diatur UU RI No: 40/1999 tentang Pers,” ucapnya.
Kegiatan yang dihadiri puluhan wartawan di Banjarmasin ini, juga menghadirkan sejumlah pembicara lainnya, taitu akademisi ULM, Abdul Halim Barkatullah, dan Praktisi Media, Musyafi. (emy/foto: deny m yunus)